Selama kariernya, McGregor juga dikenal melakukan salah satu kontroversi yang tabu di kalangan atlet, yakni melakukan seks sebelum pertandingan. Baginya hal tersebut adalah sesuatu yang wajar dilakukan, bahkan ia juga menyebut perbanyak seks sebelum laga.
Mengapa seks tabu di kalangan atlet? Seks sendiri merupakan aktivitas yang menghabiskan banyak tenaga, tak hanya fisik namun juga fisiologis. Seks dianggap sebagai aktivitas kardiovaskular yang akan menguras stamina seorang pemain, oleh karena itu banyak atlet olahraga menghindarinya bahkan hingga berbulan-bulan sebelum pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Conor McGregor Pensiun dari Tarung MMA |
"Jika seks merupakan kewajiban kita sebagai manusia dan kita bercinta sebelum pertandingan, salah satu dorongan primer kita sebagai manusia telah terpenuhi, dan berpengaruh pada performa di ring, menutupi rasa kompetitif untuk melawan dan keinginan untuk menang," tulis situs tersebut.
Dibanding merugikan atlet, menurut situs Narcity seks justru meningkatkan kadar hormon testosteron sebanyak 20 persen. Ini berarti semakin besar kekuatan yang dikeluarkan dan meningkatkan pembangunan otot, ditambah manfaat meredakan stres dan rasa segar yang biasanya muncul setelah seks.
Walaupun begitu, disarankan untuk memberi jarak dua jam antara bercinta dengan pertandingan ataupun olahraga. Ilmuwan di California, Prof Todd Astorino juga membuktikan dalam sebuah penelitian, bahwa bercinta sebelum pertandingan tidak memberikan banyak pengaruh pada performa fisik.
Tidak ada perbedaan signifikan pada intake oksigen, denyut jantung, maupun tekanan darah. Sejumlah penelitian lain menyebut, bercinta hanya membakar 25 kalori.











































