Selasa, 26 Mar 2019 19:36 WIB

Game PUBG Bisa Pancing Tindak Kekerasan? Dengar, Ini Pendapat Psikolog

Aisyah Kamaliah - detikHealth
game PUBG, bagaimana nasibnya? Foto: DW (News) game PUBG, bagaimana nasibnya? Foto: DW (News)
Jakarta - Pembahasan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap nasib game PUBG masih akan dikaji lebih lanjut. Yang pasti, belum ada pelarangan atau pembatasan mengenai game tersebut.

Sempat ramai, orang-orang mengaitkan perilaku kekerasan yang terjadi akibat permainan yang satu itu. Bahkan ada yang sampai menyinggung soal kasus penembakan di New Zealand. Memang, seberapa besar sih pengaruh game kepada perilaku seseorang? Apa iya bisa meniru aksi kekerasan hanya dari game?

"Kalau memang orangnya sangat suggestible, kan ada orang yang sangat mudah dipengaruhi tuh, itu biasanya dia akan meniru tuh hal yang nggak real. Itu kan nggak real yang dalam game, dia bisa coba terapkan di dalam kondisi yang real," kata Fajriati Maesaroh, psikolog yang ikut dalam Focus Group Discussion (FGD) MUI soal game berbau konten kekerasan, radikalisme, dan terorisme, Selasa (26/3/2019).


Meski psikologi sendiri tergantung pada masing-masing orang, psikolog yang akrab disapa Fajri ini menekankan bukan berarti kita bisa bersikap masa bodoh dengan hal-hal yang secara jelas bisa mempengaruhi seseorang.

"Ya tetapi nggak bisa kita 'ya itu kan masing orang-orang, kalau kita persepsinya gini-gini' ya nggak juga karena membentuk perilaku, pola pikir itu kan kalau bahasanya itu it takes a village to raise a child, jadi nggak bisa anak itu sendiri atau orang itu tapi butuh semua elemen masyarakat untuk mendidik satu orang," tutur Fajri.

"Kalau kasus PUBG ini ya bisa sangat terjadi (sikap kekerasan -- red) apalagi kalau dia banyak dipengaruhi oleh bacaan yang memang sifatnya rasis, dia terdogma atau terdoktrin hal-hal yang sifatnya 'kita yang paling baik yang lain bukan', yang rasis secara warna kulit arau agama, begitu yang melihat mengandung kekerasan mungkin dia menganggap 'oh mungkin ini jalan satu-satunya ya'," tambahnya.

Tapi yang pasti bila sampai terjadi tindak kekerasan karena pengaruh game online, analisis kepribadian dari orang tersebut sudah harus dilakukan. Sebab, sudah besar kemungkinannya terjadi penyimpangan pribadi yang terjadi pada individu terkait.

(ask/up)
News Feed