Rabu, 27 Mar 2019 18:24 WIB

Sudah Punya MRT, Mungkinkah Warga Jakarta jadi Lebih Sehat?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Bisakah MRT meningkatkan pola hidup sehat masyarakat Jakarta? Foto: Rifkianto Nugroho Bisakah MRT meningkatkan pola hidup sehat masyarakat Jakarta? Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Penduduk Jakarta kini sudah mulai bisa menikmati mass rapid trans (MRT), yang diresmikan Minggu (24/3/2019). MRT diperkirakan mampu mengangkut sekitar 200.000 penumpang setiap harinya. Transportasi canggih ini menghubungkan jarak 16 kilometer antara Lebak Bulus-Bundaran HI, yang terdiri atas 10 kilometer jalur layang dan 6 kilometer jalur bawah tanah.

Dikutip dari riset Soo Chen Kwan dari United Nations University-International Institute for Global Health, Kuala Lumpur, transportasi umum salah satunya MRT adalah cara paling mudah menerapkan gaya hidup sehat. Studi yang dimuat dalam Journal of Transport and Health tesebut menyatakan adanya MRT bisa menurunkan polusi hingga merangsang perubahan pola hidup. Riset berjudul The Carbon Savings and Health Co-benefits from The Introduction of Mass Rapid Transit System in Greater Kuala Lumpur, Malaysia dilakukan pada 2 jalur MRT di Malaysia pada 2017.

Jika Malaysia punya peluang hidup sehat dengan adanya MRT, bagaimana dengan Jakarta? Studi tersebut mencatat, peluang bisa diraih jika didukung kemudahan akses menuju stasiun MRT tanpa kendaraan bermotor. Dalam riset tersebut, penggunaan kendaraan bermotor bisa menekan jumlah emisi gas karbon yang bisa dikurangi dengan adanya MRT hingga 28 persen. Stasiun yang terlalu jauh juga mengganggu komitmen warga untuk memilih jalan kaki atau aktivitas fisik lain menuju pemberhentian MRT.



Melalui studi tersebut, Soo menyarankan pembangunan jalur menuju MRT yang lebih ramah kesehatan dan lingkungan. Misal pedestrian untuk yang memilih jalan kaki, jalur bersepeda, atau bus rapid trans (BRT). Secara umum, MRT di Malaysia mampu mengurangi emisi karbondioksida hingga 337.800 t per tahun. MRT juga mengurangi sebaran materi polusi 2,5 PM hingga bisa mencegah 5 kematian dan 104 Deaths and Disability Adjusted Life Years (DALYs), yang merupakan parameter untuk mengukur risiko kematian di usia muda per tahun.

Selain itu, MRT mampu mencegah 88 kematian dan 6.300 DALYs per tahun akibat kecelakaan lalu lintas setiap hari. Keuntungan lain adalah dorongan pada pengguna MRT untuk mengakses transportasi dengan jalan kaki. Aktivitas fisik ini bisa mencegah 90 kematian dan 3.200 DALYs per tahun. Hal ini juga ikut mengurangi beban Malaysia menghadapi penyakit akibat pola hidup sehari-hari, yang dalam riset ini tidak diterjemahkan dalam angka.

(up/up)