Ditemui detikcom kemarin, Sutrisna Wibawa mengatakan itu hanya guyonan.
"Itu kan gaya saya berkomunikasi saja. Santai gitu, dan dengan mahasiswa era millenial ya harus lekat dengan medsos, dan gaya medsos bukan gaya serius. Gaya-gaya bercanda tetapi mengena," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Autentik dan transparan
Menurut survei SoialChorus, hanya ada 6 persen milenial yang menyebutkan iklan online kredibel. Mengatakan hal-hal yang menyimpan makna di balik makna hanya akan membuat mereka kesal dan menyadari makna terselubung tersebut. Katanya secara terus terang.
2. Jangan terlalu serius
Millenial cenderung lebih suka percakapan yang membuat mereka merasa sebagai seorang 'teman' tapi tidak berlebihan. Tidak juga membuat mereka merasakan sebagai 'potensial target' misalnya ketika sedang menawarkan suatu produk untuknya.
3. Katakan singkat
Tapi tetap jelas. Sebuah survei yang dilakukan oleh Fraclt dan BuzzStream menemukan bahwa milenium lebih suka konten yang kira-kira berjumlah 300 kata. Jadi kalau mau bicara dengan milenial, lakukan dengan singkat dan disajikan sedemikian rupa sehingga memudahkan mereka untuk menemukan pesan utama serta menaruh perhatian.
4. Lakukan dengan sedikit hiburan
Studi yang sama menunjukkan bahwa kaum milenial lebih suka hiburan daripada genre konten lainnya. Saat menyampaikan informasi kepada generasi ini, cobalah untuk membuat konten yang menghibur dan kaya informasi.
Gaya ini akan memudahkan kamu untuk menangkap dan memegang perhatian milenium sambil berbagi detail tentang ide, produk, atau layanan yang sedang ingin kamu tawarkan kepada mereka.











































