Jumat, 29 Mar 2019 06:05 WIB

Polusi Udara Bisa Berhubungan dengan Makin Banyaknya Psikosis Remaja

Firdaus Anwar - detikHealth
Anak-anak yang tumbuh di lingkungan berpolusi udara tinggi rentan mengalami masalah kesehatan jiwa. (Foto ilustrasi: Reuters) Anak-anak yang tumbuh di lingkungan berpolusi udara tinggi rentan mengalami masalah kesehatan jiwa. (Foto ilustrasi: Reuters)
Jakarta -
Hidup di kota yang padat dengan tingginya polusi udara bisa memiliki bahaya tersembunyi. Studi terbaru melihat kalau polusi udara dapat berhubungan dengan kejadian psikosis khususnya pada remaja.

Peneliti Joanne Newbury dari King's College London melihat anak-anak yang lahir dan besar di kota dengan polusi tinggi kemungkinannya untuk terkena penyakit mental psikosis dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang besar di desa.
Dalam studi yang dipublikasi di jurnal JAMA Psychiatry melibatkan data lebih dari 2.000 partisipan, Joanne menyebut spesifiknya kalau anak yang besar di kota 94 persen lebih berisiko mengalami psikosis. Asap nitrogen oksida, nitrogen dioksida, dan materi partikulat 2,5 jadi polusi yang dilihat paling berpengaruh.

"Risikonya akan semakin tinggi ketika kamu pindah dari lingkungan dengan setingan desa ke lingkungan kota," kata Joanne seperti dikutip dari CNN, Kamis (28/3/2019).

Joanne menegaskan kalau studinya hanya mengkonfirmasi hubungan tidak menentukan efek sebab-akibat.

Peneliti lain, Helen Fisher berpendapat bisa jadi polusi udara meningkatkan kejadian psikosis karena paparan polusi dapat mengakibatkan peradangan pada otak seperti sudah dibuktikan studi sebelumnya. Ditambah dengan polusi suara yang tak kalah tinggi di perkotaan juga bisa semakin memperburuk keadaan.

"Mungkin kejadian ini bisa juga karena polusi suara," tambah Helen.




Simak juga video Sejenak Menepi di Taman Menteng, Lupakan Macet & Polusi:

[Gambas:Video 20detik]

(fds/up)
News Feed