Jumat, 29 Mar 2019 06:35 WIB

Bisakah Kita Bersin dengan Mata Terbuka?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Pernahkah kamu mencoba bersin dengan mata terbuka? Katanya sulit untuk dilakukan. (Foto: iStock) Pernahkah kamu mencoba bersin dengan mata terbuka? Katanya sulit untuk dilakukan. (Foto: iStock)
Jakarta - Tiap kali bersin, secara otomatis mata kita akan tertutup. Banyak informasi yang menyebutkan bahaya jika memaksa mata kita tetap terbuka saat bersin, seperti misalnya bola mata kita bisa melompat keluar. Akibatnya banyak yang menepis rasa 'penasaran' soal hal tersebut.

Namun sebenarnya, bisakah kita bersin dengan mata terbuka?

William Reisacher, MD, seorang dokter THT di Weill Cornell Medicine mengatakan para ahli tidak tahu pasti mengapa kita refleks menutup mata saat bersin. Walau begitu, ada beberapa teori yang bisa menjelaskannya.

Yang pertama adalah, kita menutup mata saat bersin untuk melindungi organ halus tersebut dari partikel dan mikroorganisme yang menyembur dari mulut dan hidung. Secara teoritis, benda-benda tersebut bisa masuk ke mata dan menyebabkan iritasi hingga infeksi.

"Akibatnya, diduga menutup mata saat bersin bisa menjadi mekanisme perlindungan adaptif," imbuh Kelsey Steele, OD, instruktur klinis di College of Optometry dari The Ohio State Univesity Wexner Medical Center, dikutip dari SELF.



Teori lainnya adalah menutup mata merupakan kontraksi otot yang tak disengaja, lanjut Dr Reisacher. Otot di wajah menghimpit saat bersin (kamu bisa lihat dari ekspresi wajah unik saat bersin), dan beberapa dari otot tersebut mengitari mata, sehingga saat mereka berkontraksi, mata akan tertutup.

Para dokter mengatakan bisa saja kita bersin dengan mata terbuka, namun mereka tidak menyarankan untuk melakukannya. Dengan pertimbangan, jika menutup mata benar-benar mekanisme perlindungan untuk mencegah infeksi ataupun penyakit, tentu kita tidak ingin melawan insting tubuh kita sendiri.

Namun yang bisa dipastikan adalah bersin dengan mata terbuka tidak akan membuat bola matamu melompat keluar. Akan tetapi secara teknis kamu bisa saja mengalami kondisi globe subluxation, di mana bola mata maju ke depan dari posisi seharusnya atau mengalami dislokasi sementara.

Kondisi ini merupakan fenomena langka dan belum ada jumlah pasti seberapa umum terjadi. Dr Steele menyebut tidak masalah jika ingin mencoba, namun impuls refleks untuk menutup mata sangat kuat, sehingga bisa saja kamu mengira sudah mencobanya namun ternyata tubuhmu mengecoh dengan berkedip dengan cepat. Tertarik untuk mencobanya, detikers?

(frp/up)