Jumat, 29 Mar 2019 11:15 WIB

Pertama Kalinya, Pengidap HIV Jadi Donor Hidup untuk Transplantasi Ginjal

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Perkembangan ilmu kedokteran memungkinkan pengidap HIV bisa hidup sehat lebih lama (Foto: thinkstock) Perkembangan ilmu kedokteran memungkinkan pengidap HIV bisa hidup sehat lebih lama (Foto: thinkstock)
Jakarta - Dokter bedah di Johns Hopkins Hospitals untuk pertama kalinya berhasil mencangkokkan ginjal dari donor hidup pengidap HIV. Penerima atau resipien juga seorang pengidap HIV positif.

Sang donor, Nina Martinez (36) saat ini dalam masa pemulihan pasca operasi di rumah sakit. Untuk pertama kalinya pula, resipien yang tidak ingin namanya disebut, bebas dari keharusan cuci darah secara rutin.

Martinez merupakan pengidap HIV yang terinfeksi lewat transfusi darah saat masih bayi. Walau infeksi ini bisa merusak sistem pertahanan tubuh, Martinez membuktikan ia bisa bertahan.



Hingga saat ini, membiarkan seorang pengidap HIV hidup dengan hanya satu ginjal masih dianggap terlalu berisiko. Selain karena virusnya sendiri bisa menyerang ginjal, pengobatan yang dijalani juga berisiko merusak ginjal.

Sebagai konsultan kesehatan masyarakat, Martinez sejak lama tertarik menjadi donor hidup. Musim panas lalu, ia menemukan seorang teman pengidap HIV membutuhkan transplantasi dan ia menawarkan diri.

"Saya tahu saya mungkin sama sehatnya dengan seseorang tanpa HIV yang sedang dievaluasi sebagai donor ginjal," kata Martinez yang sedang merencanakan untuk berlari di Marine Corps Marathon, seperti dikutip dari Dailymail.

(up/up)