Jumat, 29 Mar 2019 14:55 WIB

Tak Selalu Harus Diviralkan, Ini Saran Dokter Jiwa Soal Ibu Dorong Anak

Widiya Wiyanti - detikHealth
Dalam kondisi tertentu, memviralkan tindak kekerasan bukan pilihan paling bijak (Foto: iStock) Dalam kondisi tertentu, memviralkan tindak kekerasan bukan pilihan paling bijak (Foto: iStock)
Jakarta - Viralnya video seorang ibu yang mendorong anak SD keluar dari mobil di Malang menyita perhatian banyak orang. Sejak mendapatkan informasi adanya video kekerasan terhadap anak yang viral di media sosial, Tim Cyber Troop Polres Malang Kota langsung bergerak. Mereka menelisik akun pengunggah video tersebut.

Bicara mengenai mudahnya orang sekarang memviralkan sesuatu, pakar kesehatan jiwa sekaligus staf pengajar Departemen Psikiatri FK UKRIDA, dr Andri, SpKJ, FACLP mengingatkan mengenai pentingnya menjaga privasi orang lain.

"Pertama kita harus ngerti dulu ada privasi tuh setiap orang, nggak segampang itu, makanya saya baca berita malah yang mau diproses orang yang mengunggah itu kena UU ITE," ujarnya kepada detikHealth, Jumat (29/3/2019).


Kalau kita mau berniat baik kita datengin saja, baik-baik ngomong. Kalau dia marah-marah kita mundur, kita lihat saksi, atau nggak orang-orang yang bisa ngebantu kitadr Andri, SpKJ - Dokter Jiwa

Menurut dr Andri, dibandingkan memvideokan suatu kejadian yang belum tahu kebenarannya, sebaiknya mendekatkan yang bersangkutan dan menanyakan secara baik-baik apa yang tengah terjadi.

"Kalau kita mau berniat baik kita datengin saja, baik-baik ngomong. Kalau dia marah-marah kita mundur, kita lihat saksi, atau nggak orang-orang yang bisa ngebantu kita," tandasnya.

(wdw/up)