Jumat, 29 Mar 2019 15:45 WIB

Viral Ibu Dorong Anak, Langgar Privasi atau Mekanisme Sanksi Sosial?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Di era medsos, segala hal bisa dengan mudah diviralkan (Foto: Shutterstock)
Jakarta - Kasus viralnya seorang ibu yang mendorong anaknya dari mobil menuai banyak kritikan dan sorotan. Beberapa pihak terkait ikut menyoroti kasus tersebut, terutama pada pihak sang ibu.

Namun psikolog Reza Indragiri Amriel menyinggung hal yang berbeda. Ia memaparkan bagian mana yang memprihatinkan; apakah ibu yang murka, anak yang tidak mau ikut les karena tidak dibawakan baju ganti, warga memvideokan namun tidak menolong, atau polisi yang justru mempersoalkan pengunggah video di medsos?

Khusus terkait poin terakhir, bagaimana jika video semacam itu dipandang sebagai bentuk public watch? Artinya, hingga derajat tertentu di masyarakat sudah ada keinsafan akan isu perlindungan anak," kata Reza dalam rilis yang diterima detikHealth, Jumat (29/3/2019).



Ia melanjutkan, sayangnya anggota masyarakat tersebut belum cukup mampu untuk menindaklanjuti kejadian pelanggaran UU Perlindungan Anak ke titik yang lebih konstruktif dari sisi hukum. Boleh jadi sedikit banyak warga masih merasa 'canggung' kalau harus berinteraksi dengan otoritas penegakan hukum.

"Ini pun merupakan satu persoalan tersendiri. Terlepas dari perasaan kurang nyaman yang mungkin masih ada tersebut, viralnya video dimaksud terbukti berhasil mengaktivasi mekanisme sanksi sosial. Berlanjut dengan terbukanya peluang perukunan antarpihak dengan mengandalkan nilai kearifan dan kekeluargaan."

Di tataran publik, menurut Reza video tersebut juga mampu memantik solidaritas sekaligus empati akan situasi yang dialami ibu-anak dimaksud. Berseliwerannya narasi tentang pentingnya anger management, pola pengasuhan, dan lain-lain, adalah manifestasi kesediaan publik untuk ikut memikirkan masalah yang sejatinya juga dihadapi orang banyak.

"Jadi, sekali lagi, haruskah penyebar video diposisikan sebagai terduga pelaku pelanggaran UU ITE? Bukan sebagai bentuk public watch dalam isu perlindungan anak? Mari diskusikan," tutup Reza.

Tertarik untuk berdiskusi? Sampaikan pendapatmu di komentar.

(frp/up)