Minggu, 31 Mar 2019 09:02 WIB

Pernah Punya Masalah Hormon Pertumbuhan, Lionel Messi Jalani Terapi Ini

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Lionel Messi, bintang Barcelona yang bersinar. Foto: Albert Gea/Reuters Lionel Messi, bintang Barcelona yang bersinar. Foto: Albert Gea/Reuters
Jakarta - Lionel Messi mencetak dua gol untuk Barcelona saat mengalahkan Espanyol 2-0 di Camp Nou, Sabtu (30/3/2019) malam WIB. Diketahui, messi kini sudah mengoleksi 41 gol pada semua ajang kompetisi musim 2018/2019, luar biasa sekali!

Tapi siapa sangka, kegarangan Messi di lapangan dulunya pernah hampir terhalang oleh masalah growth hormone deficiency atau kekurangan hormon pertumbuhan. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar seukuran kacang yang disebut kelenjar pituitari di otak. Kelenjar ini bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh kita, dan juga memproduksi hormon pertumbuhan yang tentu saja penting bagi pertumbuhan kita.

Akan tetapi, beruntung FC Barcelona membuat kesepakatan terbaik yakni mengontrak Lionel Messi muda dari Argentina pada usia 13 tahun serta membayar perawatan medis Messi.

Kondisi Messi saat itu sering disebut perawakan pendek idiopatik, hal ini membuat ia bisa punya tinggi lebih pendek dari rata-rata. Perawatannya mahal, biaya bulanan seharga $900 atau sekitar Rp 12 jutaan per bulannya pun ditanggung oleh Barcelona.

Perawatannya yang Messi jalani adalah dengan memberikan suntikan hormon pertumbuhan manusia. Untuk seseorang dengan GHD, ini tidak hanya mengembangkan tinggi badan yang lebih tinggi, tetapi juga membantu menangani berbagai masalah internal, seperti fungsi hipofisis, masalah kulit dan gigi, penglihatan yang buruk atau kekebalan yang lebih rendah, dikutip Bleacher Report.


"Aku harus mengikuti pengobatan untuk membantuku bertumbuh. Tiap malam aku harus menusukkan jarum ke tungkaiku, dan malam-malam setelahnya, tiap hari dalam seminggu dan ini dilakukan dalam periode tiga tahun," tutur Messi, ditulis Telegraph.

Ia pun dijuluki 'Si Mungil' karena kondisinya dulu sampai akhirnya ia menyelesaikan pengobatan tersebut dan mulai tumbuh secara normal.

Kehebatan Messi tak dipungkiri lagi. La Pulga mampu mencetak 40 gol lebih secara beruntun di setiap musimnya. Siapa masih ingat dengan catatan terbaik Messi ada di musim 2011/2012, yang kala itu mencetak 73 gol selama semusim?

Salut buat Messi!

(ask/up)
News Feed