Minggu, 31 Mar 2019 18:10 WIB

Punya Sakit Mag, Bolehkah Makan Daging Olahan?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Nyeri lambung sangat mengganggu (Foto: shutterstock)
Jakarta - Penderita mag yang mengalami kenaikan asam lambung, biasanya lebih peka terhadap makanan tertentu yang berisiko meningkatkan produksi asam lambung. Makanan ini biasanya memiliki tesktur kasar, keras, dan memiliki rasa yang tajam.

Dalam pesan singkat yang beredar lewat aplikasi layanan komunikasi, daging bukan salah satu makanan yang bisa meningkatkan risiko mag. Daging justru dianggap mampu membantu pasien mengatasi gangguannya.

"Daging lebih lama proses pencernaannya daripada sayur atau buah. Sehingga, asam lambung bekerja maksimal menghancurkan daging yang anda makan," tulis pesan singkat tersebut.



Dokter spesialis yang juga konsultan saluran cerna dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH membantah penjelasan tersebut. Daging justru meningkatkan risiko gangguan mag kembali melanda, apalagi bila dikonsumsi dalam jumlah banyak di waktu singkat.

"Faktor yang menginduksi produksi asam lambung adalah karena mengonsumsi daging dalam waktu singkat secara berlebihan. Faktor ini kemungkinan sudah ada sebelumnya," jelas dr Ari.

Kondisi ini makin parah bila daging diberi bumbu yang tajam dan merangsang kerja sistem pencernaan. Menurut dr Ari. penderita maag sebaiknya menghindari makanan yang terlalu asam, asin, dan pedas. Rasa yang cenderung blan dan tidak merangsang produksi asam lambung, justru lebih baik bagi sistem pencernaan.

Meski begitu, bukan berarti penderita mag tidak boleh makan daging dengan bumbu tajam. Konsumsi sebaiknya dibatasi sehingga tidak terlalu banyak dalam waktu singkat, terutama jika hidangan mengandung bumbu yang tajam. Selain itu, pastikan cukup konsumsi sayur dan buah untuk menjamin kecukupan serta kelengkapan nutrisi bagi tubuh.

(up/up)