Rabu, 03 Apr 2019 14:31 WIB

Selalu Merasa Lelah? 7 Hal Berikut Bisa Jadi Alasannya (1)

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Alasan mengapa merasa lelah terus menerus. Foto: thinkstock
Jakarta - Rasa lelah bisa timbul karena berbagai hal dan kerap mencegah kita melakukan aktivitas. Terkadang rasa lelah tampak tak hilang berhari-hari dan terus menerus ada walau kita tidak berkegiatan banyak.

Tidak berkegiatan banyak belum tentu membuat tubuh kita tidak lelah. Ada beberapa alasan yang bisa menjadi penyebabnya, seperti dirangkum dari health.com berikut ini:


1. Melewatkan olahraga
Saat lelah, sudah jelas satu hal yang tidak kita inginkan adalah berolahraga. Namun menurut studi dari University of Georgia, orang dewasa yang sehat namun menjalani hidup sedenter dan memulai sedikit berolahraga tiga hari seminggu setidaknya 20 menit dilaporkan merasa sedikit lebih lelah dan makin berenergi setelah enam minggu.

Olahraga rutin mendorong kekuatan dan ketahanan tubuh, membantu sistem kardiovaskular kita berjalan lebih efisien, menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh dan menutrisi jaringan. Jadi, walaupun rasa lelah melanda, cobalah melawan rasa ingin tidur-tiduran dengan jalan kaki sebentar.

2. Tidak minum cukup air
Sedikit dehidrasi, atau kehilangan cairan sekitar 2 persen bisa berakibat pada kadar energi kita. Dehidrasi menyebabkan penurunan volume darah sehingga darah mengental dan membuat pompa jantung kurang efisien dan memperlambat oksigen serta nutrisi untuk mencapai otot dan organ-organ tubuh. Setidaknya minumlah 8 gelas air per hari sesuai rekomendasi untuk memenuhi kebutuhan cairanmu.

3. Konsumsi zat besi kurang
Kekurangan zat besi bisa membuatmu merasa lesu, mudah marah, lemah dan sulit fokus. Rasa lelah muncul karena kurangnya oksigen yang menuju ke otot dan sel-sel. Tingkatkan asupan zat besimu dengan mengurangi risiko anemia, yakni perbanyak konsumsi daging tanpa lemak, kacang merah, tahu, telur, sayuran berdaun hijau gelap, kacang-kacangan dan selai kacang.

Lalu kombinasikan dengan makanan yang tinggi vitamin C untuk mempermudah penyerapan zat besi. Dalam beberapa kondisi, kekurangan zat besi juga bisa menjadi salah satu tanda ada penyakit di tubuhmu dan bisa segera periksakan ke dokter.

4. Kamu perfeksionis
Terus-menerus mencoba untuk menjadi sempurna adalah hal yang mustahil, karena membuatmu bekerja lebih keras dan lebih lama dari yang seharusnya. Ketika kita menaruh tujuan yang sangat tidak realistis karena sulit atau mustahil untuk diraih dan pada akhirnya, tidak ada rasa kepuasan diri.

Para ahli menyarankan untuk memberikan batasan waktu untuk dirimu sendiri pada tugas yang sedang kamu lakukan dan mematuhinya. Seiring waktu, kamu akan menyadari sebenarnya waktu ekstra itu tidak meningkatkan kerjamu.


5. Terlalu 'parno'
Jika kamu berasumsi kamu akan dipecat saat atasan memanggilmu ke pertemuan mendadak atau kamu terlalu takut untuk naik motor karena kamu khawatir akan kecelakaan, maka kamu merasa terlalu 'parno' alias paranoid. Kamu merasa bersalah karena menganggap dirimu 'pembawa sial', kamu selalu memikirkan skenario terburuk akan selalu terjadi.

Rasa cemas ini dapat membuatmu 'lumpuh' dan kelelahan secara mental. Jika kamu merasa sedang berpikir seperti ini, tarik napas dalam-dalam lalu keluarkan dan tanya pada diri sendiri bagaimana bisa yang terburuk benar-benar terjadi. Lalu keluarlah, bermeditasi, berolahraga atau bagikan rasa cemasmu dengan seorang teman untuk dapat mengatasinya lebih baik dan menjadi lebih realistis.

6. Melewatkan sarapan
Makanan yang kamu makan akan menjadi energi untuk tubuhmu dan bahkan saat malam hari ketika kita tidur, tubuh terus bekerja untuk menjaga aliran darah dan oksigen. Sehingga saat kita bangun di pagi hari, kita harus mengisinya ulang dengan sarapan.

Sarapan bagaikan membakar dirimu sendiri dengan menyalakan metabolisme tubuh, sehingga ketika kita melewatkannya, sudah pasti akan muncul rasa lelah. Perbanyak sarapan dengan gandum utuh, protein tanpa lemak, dan lemak yang sehat.

7. Kebanyakan junk food
Junk food yang mengandung banyak gula dan karbohidrat simpel memiliki kadar glikemik yang tinggi. Kadar glikemik merupakan indikator seberapa cepat karbohidrat menaikkan gila darah. Naiknya gula arah diikuti dengan penurunan yang tajam bisa menyebabkan rasa lelah seharian.

Jaga kadar gula darah dengan memakan protein tanpa lemak dengan gandum utuh setiap kali makan. Pilihan terbaik termasuk ayam (dipanggang bukan digoreng) dan nasi merah, ikan salmon dan ubi, atau salad dengan ayam dan buah.

(frp/up)