Dokter di King George's Medical University Lucknow bertindak cepat dengan 'menguras' darah yang mengaliri penis pasien. Seperti diketahui, ereksi terjadi ketika aliran darah di bagian tersebut meningkat.
Saat ereksi mulai bisa dikendalikan, masalah baru lalu muncul. Kemaluan pasien berusia 52 tahun ini berangsur menghitam, perubahan warna yang mengindikasikan gangrene atau kematian jaringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lewat pemeriksaan, dokter memastikan ada jaringan mati di kemaluan pasien. Tidak ada pilihan, dokter harus mengamputasi bagian yang mengalami kematian jaringan sebelum kondisinya makin buruk.
Sebuah laporan di BMJ Case Reports yang memuat kasus ini menyebut priapism bisa memicu komplikasi berupa gangrene meski memang jarang. Priapism merupakan kondisi ereksi yang lama dan menyakitkan dan harus segera mendapat pertolongan sebelum memicu kerusakan jaringan Mr P.
Simak Juga "Ketakutan Naik Wahana, Ibu Ini Remas Mr. P Cowok Sebelahnya":












































