Minggu, 07 Apr 2019 12:45 WIB

Lowongan untuk Kamu yang Ngantukan! Gaji Rp 268 Juta, Kerjanya Cuma Tidur

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi tidur. (Foto: iStock) Ilustrasi tidur. (Foto: iStock)
Jakarta - Kalau kamu punya hobi tidur, pekerjaan ini sangat cocok untukmu. Sebuah perusahaan antariksa menawarkan upah sebesar 19.000 dolar Amerika atau setara Rp 268 juta untuk tidur selama 60 hari.

Perusahaan yang tergabung dalam NASA, German Space Agency (DLR) dan European Space Agency (ESA) sedang merekrut perempuan untuk dijadikan objek penelitian dalam studi tentang bagaimana cara tubuh manusia bertahan hidup dari microgravity atau tekanan yang rendah.

Lalu, apa hubungannya berbaring di tempat tidur dengan bobot ruang? Jadi, ketika seseorang bersandar dengan kepala yang lebih rendah dari tubuh mereka, seiring waktu, posisi itu menyebabkan cairan tubuh bergeser ke kepala. Kondisi ini sama seperti yang dialami oleh para astronot tanpa adanya gravitasi.

Dikutip dari Live Science, dengan mengamati orang-orang yang berbaring selama 60 hari dengan kepala 6 derajat lebih rendah, para peneliti dapat mengembangkan strategi untuk membantu para astronot menghadapi tantangan serupa di luar angkasa.



"Salah satu metode yang akan diuji oleh subjek penelitian adalah centrifuge, tubuh akan diputar sekitar 30 menit setiap hari untuk menghasilkan gravitasi buatan dan memaksa cairan beredar di seluruh tubuh," demikian dilaporkan situs tersebut.

Penelitian ini akan berjalan selama kurang lebih 89 hari, 15 hari untuk menyesuaikan diri dengan peralatan dan 60 hari masa percobaan serta sisanya yakni 14 hari untuk 'beristirahat' sebelum kembali ke kehidupan normal.

Untuk memastikan objek penelitian tidak menambah berat badan selama dua bulan aktivitas terbatas ini, para peneliti memberi diet standar namun makanannya tidak ekstra sehat. Peserta juga akan diberi pancake dan makanan manis.

Bagaimana? Tertarik mencoba?

(kna/up)
News Feed