Selasa, 09 Apr 2019 17:35 WIB

Makan Es Krim Bikin Sakit Tenggorokan, Mitos atau Fakta?

Rosmha Widiyani - detikHealth
Es krim kerap dikambinghitamkan pada radang tenggorokan (Foto: Thinkstock) Es krim kerap dikambinghitamkan pada radang tenggorokan (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Anjuran jangan makan es krim kerap terdengar saat sakit tenggorokan. Kondisi tenggorokan yang terasa sakit saat menelan merupakan gejala umum saat terkena flu and masuk angin.

Diikutip dari Medical News Today, sakit tenggorokan adalah reaksi sistem pertahanan terhadap virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Sistem imun memiliki sel makrofagus yang bertanggung jawab atas serangan virus dan bakteri. Sel selanjutnya melepaskan molekul pertahanan tubuh bradykinin dan prostaglandin E2. Proses inilah yang bertanggung jawab atas sensasi sakit di tenggorokan.

Menurut Prof Ron Eccles yang pernah menjabat sebagai direktur Common Cold Centre di School of Biosciences, University of Cardiff es krim ternyata tak selalu berefek buruk pada sakit tenggorokan. Konsumsi es krim yang bahan dan kebersihannya telah terjamin bisa berdampak untuk mengurangi rasa sakit.

"Es krim bisa berdampak baik pada proses penyembuhan sakit tenggorokan. Rasa sakit pada sel di tenggorokan bisa berkurang dengan sensasi dingin pada es krim. Sensasi dingin mungkin menghambat rasa sakit pada sel saraf tertentu di tenggorokan," kata Prof Eccles.



Prof Eccles sempat menjelaskan lebih detail pada artikel yang terbit pada 2013. Dalam artikel disebutkan, es krim menurunkan suhu ujung saraf di tenggorokan yang mengurangi sinyal sakit. Metode ini ternyata mengaktifkan reseptor transient receptor potential melastin 8, yang menghasilkan penghilang rasa sakit.

Kendati begitu, efek es krim untuk menurunkan rasa sakit tak sebesar bila mengonsumsi minuman hangat. Menurut Prof Eccles, minuman hangat meningkatkan produksi saliva untuk membasahi tenggorokan yang terasa sakit dan kering. Tenggorokan yang lebih besar memberikan efek placebo lebih besar untuk menurunkan rasa sakit.

"Tenggorokan yang tidak kering ternyata lebih nyaman pada tenggorokan. Minuman yang hangat dan manis bekerja seperti pereda rasa sakit berbahan opium pada otak. Ada rasa nyaman yang cepat dan tahan lama saat mengomsumsi minuman hangat manis ketika sakit tenggorokan," kata Prof Eccles yang sempat melakukan riset pada 30 orang terkait efek minuman hangat pada sakit tenggorokan.

(up/up)