Selasa, 09 Apr 2019 20:00 WIB

Insomnia, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ayunda Septiani - detikHealth
Penyebab dan cara mengatasi insomnia.Foto: ilustrasi/thinkstock Penyebab dan cara mengatasi insomnia.Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Insomnia adalah gangguan tidur yang dapat membuat penderitanya sulit untuk tertidur, atau tidak cukup tidur. Hal ini menyebabkan kamu terbangun terlalu dini dan tidak dapat kembali tidur. Atau mungkin masih merasa lelah ketika bangun.

Insomnia tidak hanya dapat merusak energi dan suasana hati, tetapi juga kesehatan, kinerja, dan kualitas hidup kamu. Hal ini bisa menyebabkan kondisi penderita tidak fit untuk melakukan aktivitas kesokan harinya.

Pada titik tertentu, banyak orang dewasa mengalami insomnia jangka pendek (akut), yang berlangsung selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Ini biasanya akibat dari stres atau peristiwa traumatis.

Tetapi beberapa orang mengalami insomnia jangka panjang (kronis) yang berlangsung selama sebulan atau lebih insomnia mungkin menjadi masalah utama, atau mungkin terkait dengan kondisi medis atau obat-obatan lainnya.


Dikutip dari Mayo Clinic, berikut beberapa penyebab insomnia akut:

1. Tekanan hidup yang signifikan, seperti kehilangan sesuatu yang berharga, perceraian, dan stres pekerjaan
2. Adanya penyakit yang diderita
3. Ketidaknyaman emosional dan fisik
4. Faktor lingkungan suhu, berisik atau cahaya yang berlebihan yang bisa memengaruhi saat hendak tidur
5. Pengaruh obat, seperti orang yang sedang pengobatan flu, depresi, tekanan darah tinggi, dan asma
6. Pola tidur.

Penyebab insomnia kronik:

1. Kelelahan
2. Stres yang berkelanjutan
3. Mudah tersinggung
4. Cemas
5. Masalah pada konsentrasi

Insomnia bisa saja diatasi jika kamu bisa memperbaiki gaya hidup dan pola tidur kamu agar insomnia tidak selalu melekat kepada kamu. Di bawah ini ada beberapa cara mengatasi agar tak insomnia.

1. Perbaiki sleep hygiene: Tidak banyak tidur atau terlalu sedikit, olahragalah setiap hari, tidak memaksakan tidur, mempertahankan jadwal tidur yang teratur, menghindari kafein di malam hari, menghindari tidur saat lapar, hindari merokok, dan memastikan lingkungan tidur yang nyaman. Hal ini bisa mencegah insomnia pada penderitanya.
2. Teknik relaksasi: Teknik ini adalah cara untuk pencegahan insomnia yang paling manjur. Contohnya, termasuk meditasi dan relaksasi pada otot-otot.
3. Kontrol stimulasi: Segera tidur ketika mengantuk. Hindari menonton TV, khawatir di tempat tidur, atau membaca, dan makan. Setel alarm untuk waktu yang sama setiap pagi (bahkan akhir pekan) dan hindari juga tidur siang dalam waktu yang lama.
4. Batasi tidur: Membatasi tidur yang berlebihan. Dengan banyak tidur pada siang hari akan membuat kamu terang pada malam hari dan tidak bisa tidur.


Nah, sekarang kamu sudah mengetahui bagaimana cara mengatasi insomnia dan pencegahan dari insomnia. Namun, bagaimana jika yang diderita adalah insomnia akut? Insomnia akut biasanya tidak membutuhkan tidur sama sekali. Insomnia yang belum parah bisa dicegah atau diobati dengan mencoba melatih pola tidur yang baik. Jika insomnia membuat kamu untuk sulit melakukan kegiatan sehari-hari karena membuat keseharian menjadi lelah dan mengantuk, dokter akan memberikan obat tidur untuk waktu yang terbatas. Pengobatan onset cepat, jangka pendek, akan membantu mencegah efek samping seperti kelelahan di keesokan harinya.

Terapi insomnia untuk insomnia kronik meliputi pengobatan pertama pada kondisi yang mendasari atau masalah kesehatan yang menyebabkan insomnia. Jika insomnia berlanjut, dokter akan menyarankan terapi perilaku berupa pendekatan untuk membantu mengubah hal-hal yang memperburuk insomnia dan mempelajari kebiasaan baru untuk memudahkan tidur. Teknik seperti latihan relaksasi, membatasi tidur siang, akan bermanfaat.

(up/up)
News Feed