Rabu, 10 Apr 2019 14:08 WIB

Jokowi Sampai Basah Kuyup, Keringat Berlebih Tak Cuma karena Panas Lho

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Foto: Jokowi kampanye di Ponorogo. (Hendra Kusuma/detikcom). Foto: Jokowi kampanye di Ponorogo. (Hendra Kusuma/detikcom).
Jakarta - Saat melakukan kampanye di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Calon Presiden 01 Joko Widodo mengaku kepanasan dan basah kuyup karena keringat.

"Pilpes di Jawa Timur, ini panas banget. Saya ini sudah basah kuyup dari atas sampai bawah," kata Jokowi disambut antusias relawan, Rabu (10/4/2019).



Keringatan berlebih atau hiperhidrosis kerap dialami seseorang ketika merasa kepanasan. Rata-rata orang dewasa mengeluarkan sebanyak 1-3 liter perjam, tergantung aktivitas harian yang mereka lakukan saat itu.

Dikutip dari Thompson Tee, selain karena panas, keringatan juga bisa disebabkan hal ini:

1. Aktivitas fisik

Suhu tubuh akan meningkat ketika sedang aktif. Jadi semakin tinggi intensitasnya, semakin banyak jumlah keringat yang dikeluarkan. Tapi, dua orang dengan ukuran badan yang sama bisa mengeluarkan jumlah keringat yang berbeda.

Penelitian menunjukkan atlet lebih cepat berkeringat daripada orang biasa karena atlet memiliki penyerapan oksigen yang lebih tinggi atau daya tahan aerobik lebih besar.

2. DNA

Mengapa beberapa orang lebih banyak berkeringat di area tertentu daripada lainnya? Biasanya, ini berhubungan dengan DNA (Deoxyribo Nucleic Acid). Beberapa orang mulai berkeringat di daerah tertentu seperti ketiak atau kaki karena kelenjar itu bereaksi terhadap sinyal otak terlebih dahulu. Hyperhidrosis atau keringat berlebih juga merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh gen.



3. Berat badan

Orang yang lebih kurus cenderung berkeringat lebih banyak dan menangani panas lebih baik daripada mereka yang kelebihan berat badan. Ini karena lemak bertindak sebagai insulator.

Orang dengan lemak berlebih mungkin akan merasa lebih panas dan berkeringat lebih deras dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi dingin daripada orang yang lebih ramping.

4. Distribusi kerja keringat

Penempatan kelenjar keringat juga mempengaruhi seberapa banyak tubuh mengeluarkan keringat. Tubuh mengandung sekitar 2 hingga 5 juta kelenjar keringat yang terletak di seluruh tubuh yang terdiri dari dua jenis, ekrin dan apokrin. Jika berkeringat di area tertentu, kamu mungkin memiliki konsentrasi kelenjar keringat yang lebih tinggi di sana.

5. Aklimatisasi

Aklimatiasasi dikenal sebagai proses penyesuaian suhu lingkungan. Mekanisme ini sangat mempengaruhi seberapa banyak kamu berkeringat. Ketika kamu secara teratur menghabiskan waktu di area panas, kamu menjadi lebih terbiasa dengan suhu dan keringat lebih efisien.

(kna/up)
News Feed