Rabu, 10 Apr 2019 16:36 WIB

Masih Muda Sering Lupa? Begini Cara Mengatasinya

Ayunda Septiani - detikHealth
Masih muda kok sering lupa? (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Semakin bertambahnya usia pada seseorang, risiko terkena penyakit semakin besar karena fungsi organ tubuh sudah mulai berkurang. Berbagai penyakit datang di usia senja seperti demensia atau pikun semakin berpotensi besar menghampiri. Kondisi demensia atau pikun merupakan kondisi di mana sudah berkurangnya fungsi kognitif atau fungsi dalam mengingat.

Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang lanjut usia yaitu lebih dari 65 tahun. Namun, yang masih berusia muda pun tak dapat dipungkiri terkena penyakit ini. Demensia atau kepikunan terjadi karena beberapa faktor seperti stres, kelelahan, depresi, dan yang lainnya. Akan tetapi, penyakit ini bisa dicegah dengan beberapa cara.



Dikutip dari beberapa sumber, 6 cara ini bisa bantu kamu mengatasi kepikunan sejak dini.

1. Olahraga
Berolahraga adalah suatu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dengan ini, tubuh akan semakin bugar dan akan lebih terhindar dari berbagai penyakit, salah satunya yaitu demensia atau pikun yang sering terjadi pada usia lanjut. Dengan tubuh yang sering digerakkan, maka para lansia lebih berisiko kecil terkena penyakit demensia ini.

Olahraga yang dilakukan tak perlu dengan olahraga berat seperti lari di lapangan. Olahraga yang bisa dilakukan cukup sederhana dan bisa diikuti oleh para lansia yaitu senam aerobik. Olahraga ini dilakukan secara rutin, misalnya 3 kali dalam seminggu atau lebih.

2. Cukupi tidur
Selain melakukan berbagai aktivitas untuk mengasah otak, kita harus memperhatikan waktu istirahat yang cukup agar otak senantiasa berfungsi normal. Otak memerlukan istirahat yang cukup seperti tidur dengan teratur yaitu sekitar 8 jam dalam sehari.

Kondisi otak yang terlalu lelah akan berakibat buruk pada kesehatan. Maka dari itu, istirahatlah dengan cukup setelah otak bekerja keras seharian. Dengan ini sistem kerja otak akan semakin membaik sehingga dapat mempertajam kemampuan mengingat sebagaimana yang diharapkan oleh para penderita penyakit pikun.

3. Konsumsi makanan sehat
Asupan gizi merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi terhadap kesehatan dari berbagai penyakit salah satunya demensia atau pikun. Asupan gizi yang baik sangat dibutuhkan tubuh untuk sistem kekebalan tubuh tetap terjaga dan seluruh organ dapat berfungsi normal termasuk otak.

Makanan ini harus memiliki kandungan gizi yang baik seperti kaya akan protein, antioksidan, zat besi, protein, mineral, dan yang lainnya. Semua kandungan ini dapat ditemukan pada makanan yang ada di sekeliling kita seperti buah-buahan, sayuran, buah-buahan, susu, telur.



4. Bermain catur
Bermain catur adalah kegiatan yang memerlukan konsentrasi otak yang cukup tinggi. Dengan bermain catur dapat melatih kemampuan otak untuk terus fokus sehingga dapat bekerja secara optimal. Otak merupakan organ tubuh yang sangat penting bagi manusia karena mempengaruhi pikiran serta keseimbangan tubuh kita.

Jika otak terus dilatih dengan berbagai cara seperti salah satunya bermain catur, maka ini dapat menjaga kemampuan kognitif setiap orang dan dapat mencegah dari penyakit demensia atau pikun ini. Lakukan kegiatan mengasah otak ini secara rutin ketika santai misalnya pada akhir pekan.

5. Mengisi TTS
TTS atu teka-teki silang adalah sebuah permainan mengasah otak yang sudah ada sejak lama. Tak sedikit orang yang bahkan mengoleksi permainan ini karena konsepnya yang menyenangkan.

Ingatan, pengetahuan, logita dan konsentrasi akan terpacu dan terasah dalam permainan ini, sehingga bisa menyembuhkan penyakit demensia atau pikun secara perlahan. Bukan hanya untuk penderita demensia saja, bahkan ini sangat cocok untuk semua kalangan karena bersifat menyenangkan dan dapat melatih kemampuan otak untuk berpikir.

6. Menghafal
Latihlah daya konsentrasi dengan kamu cara membaca dan menghafal beberapa bacaan seperti koran, majalah. Dengan cara ini maka sel-sel di dalam otak akan berkembang sehingga dapat meningkatkan sistem kerja otak agar lebih baik. Dengan membaca dan menghafal tentu saja bisa mengurangi risiko pikun karena kemampuan konsentrasi terus dilatih sehingga menciptakan kondisi otak yang prima.

(up/up)