Kamis, 11 Apr 2019 09:01 WIB

Down Syndrome Tak Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Dilatih

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Anak dengan down syndrome memang tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa dilatih. Foto: Frieda Isyana Putri/detikHealth
Jakarta - Menjadi salah satu gangguan genetik, mungkin banyak orang tua yang bertanya-tanya apakah down syndrome bisa disembuhkan. Namun menurut Kepala Sekolah Center of Hope Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI), Dewi Wardhani, down syndrome bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan.

"Untuk down syndrome tidak bisa sembuh. Jadi mereka akan tetap seperti itu seumur hidup, tapi potensi dan kemampuan mereka akan lebih bagus dari anak yang tidak diterapi ataupun dilatih sama sekali. Ketika segera diterapi, hasilnya akan kelihatan sekali bedanya, antara anak-anak down syndrome yang dilatih dengan yang tidak dilatih," katanya saat diwawancarai di sela Baking Class bersama Anak Down Syndrome di Yayasan ISDI Sunter, Jakarta Utara, Rabu (10/4/2019).

Ia juga mengimbau kepada para orang tua yang memiliki anak penyandang down syndrome untuk menganggapnya anugerah, bukan musibah. Segera latih sejak lahir sampai seterusnya, secara rutin dan terus-menerus, agar bisa memperbaiki beberapa aspek seperti perilaku yang cenderung buruk seperti tantrum atau meludah.



Salah satu pelatihan yang dilakukan oleh Dewi dan guru-guru di ISDI adalah program memasak yang dilakukan setiap 6 bulan atau setahun sekali. Para murid dengan rentang usia 17 hingga 39 tahun yang telah menyelesaikan sekolah formal akan diajari mulai dari pengenalan bahan, penggunaan, cara pakai, dengan berbagai variasi menu.

"Misalnya potong sawi untuk tumis sawi, sayur bening bayam, bakwan, goreng tempe dan tahu. Jadi dari situ kita juga melatih mereka untuk menyukai sayuran. Rata-rata mereka tidak suka sayuran dan tidak mau makan. Nah kalau kita ajarin masak, diicipin enak, yang bikin mereka sendiri dan bangga otomatis mau makan, jadi terbiasa. Di sini menu pokok kami memang harus ada sayur," kata lulusan pendidikan luar biasa tersebut.

Salah satu pemerhati down syndrome, dokter sekaligus selebrita Sonia Wibisono mengatakan bahwa anak-anak penyandang down syndrome membutuhkan lebih banyak sayur, mengurangi gluten seperti roti dan makanan manis atau gula agar tidak memicu hiperaktivitas.

(frp/up)