Minggu, 21 Apr 2019 07:12 WIB

Awas Kecolok! Studi Sebut Pemain Badminton Rentan Cedera Mata Karena Shuttlecock

Firdaus Anwar - detikHealth
Badminton salah satu permainan olahraga yang disenangi di Indonesia, loh. Foto: Mohd Rasfan/AFP Badminton salah satu permainan olahraga yang disenangi di Indonesia, loh. Foto: Mohd Rasfan/AFP
Jakarta - Badminton termasuk olahraga yang populer di Indonesia. Terkait hal tersebut mungkin belum banyak yang tahu kalau olahraga dengan raket dan kok ini ternyata menyimpan risiko terjadinya cedera mata seperti dilaporkan oleh studi terbaru dalam British Journal of Sports Medicine.

Dokter Yi Liu dari Capital Medical University, Beijing, mengatakan bahwa cedera sebagian besar diakibatkan oleh kok yang mengenai mata atau terpukul raket. Dari beberapa kasus hal ini diketahui bisa menyebabkan masalah penglihatan permanen terutama di daerah Asia Tenggara.

"Dalam beberapa tahun terakhir semakin sering ditemukan kasus cedera pada pemain badminton amatir," kata Yi dikutip dari Reuters, Sabtu (20/4/2019).


Studi melakukan survei pada 85 pasien yang cedera mata akibat main badminton di Rumah Sakit Beijing Tongren tahun 2011-2017. Dari jumlah tersebut 60 di antaranya mengalami cedera karena terkena kok dan sisanya kena raket.

Sekitar 85 persen kasus cedera terjadi ketika orang-orang bermain ganda, tidak sengaja terpukul oleh pasangannya.

Peneliti menemukan cedera yang dihasilkan ketika mata terkena kok 68 persennya adalah hifema, kondisi terkumpulnya darah di antara kornea dan iris. Hifema dapat menyebabkan nyeri dan masalah penglihatan permanen bila tidak ditangani dengan baik.

Selebihnya 36 kasus cedera mata berakhir dengan glaukoma sekunder, 23 kasus pergeseran lensa, dan dua kasus ekstrem retina copot.

"Apa yang paling mengkhawatirkan bagi saya dalam studi adalah ada satu yang sampai buta permanen dan tidak ada di antara mereka yang memakai kacamata pengaman. Hal sederhana seperti kacamata pengaman dapat mencegah kasus-kasus ini," komentar dr Micah Luong dari Cloudbreak Eye Care di Kanada mengomentari studi.

(fds/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya