Senin, 22 Apr 2019 13:56 WIB

Tips Tetap Kalem Seperti Deddy Corbuzier Saat Dilabrak Lucinta Luna

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Lucinta Luna yang sedang diredakan emosinya oleh Deddy Corbuzier setelah sebelumnya marah-marah. Foto: (dok.Instagram) Lucinta Luna yang sedang diredakan emosinya oleh Deddy Corbuzier setelah sebelumnya marah-marah. Foto: (dok.Instagram)
Jakarta - Deddy Corbuzier dilabrak Lucinta Luna. Lucinta datang sembari melontarkan kata-kata marah dan menangis untuk meminta Deddy meminta maaf dan mengklarifikasi karena telah menyebutnya sebagai cowok.

"Gue nggak pernah mengatakan itu ya," kata Deddy di Instagram Live Lucinta Luna. "Gue cuma pernah bilang, kalau elo nggak bisa diundang ke acara gue, Hitam Putih," lanjut Deddy.

Emosi semakin memuncak, Lucinta Luna nekat mau membuka bajunya untuk membuktikan bahwa dirinya benar-benar perempuan. Deddy Corbuzier pun mencoba menenangkan Lucinta dengan memeluknya.

Ketenangan Deddy Corbuzier menghadapi emosi Lucinta Luna meraih pujian netizen. Sebab, tidak mudah juga untuk tetap tenang ketika diri diserang muatan negatif.

Dikutip dari Psychology Today, berikut ini lima cara yang bisa kamu terapkan.


1. Tanyakan pada diri sendiri, apakah amarahnya wajar?

Terkadang kemarahan itu masuk akal. Kamu harus bertanya pada diri sendiri mengapa orang itu marah, peran apa yang mungkin kamu mainkan, dan apakah ada sesuatu yang dapat atau harus kamu lakukan untuk menyelesaikan situasi tersebut.

"Dengan kata lain, jika saya menumpahkan minuman pada seseorang di sebuah pesta, sangat masuk akal bahwa mereka akan marah kepada saya. Respons itu dibenarkan dengan sempurna. Apa yang tidak bisa dibenarkan dan tidak dapat diterima adalah jika mereka menyatakan kemarahan itu dengan meneriaki saya, memaki saya, atau menjadi agresif secara fisik," kata Ryan Martin PhD.

2. Tetap tenang (meski nampak luarnya saja)

Salah satu hal terpenting yang dapat dilakukan ketika seseorang marah pada kita adalah tetap tenang. Usahakan untuk menghindari berteriak, bersumpah, atau meninggikan suara.

"Kita mungkin tidak merasa tenang dalam situasi itu, tetapi kita masih bisa bertindak dengan tenang. Dengan berbicara perlahan dan langsung, dan menjaga suara kita tetap tenang dan lembut, kita cenderung memperburuk situasi," ujarnya.

"Orang-orang cenderung untuk mencocokkan volume, kecepatan, dan nada umum satu sama lain, jadi alih-alih menyamakan dengan orang yang sedang marah di mana dia berada - dan memperparah situasi - cobalah untuk mengeskalasi situasi dengan secara halus mendorong mereka untuk menurunkan suara mereka," lanjutnya.

3. Hindari menyerang karakter orang lain

Cara yang dijamin untuk meningkatkan situasi marah adalah dengan menyerang karakter orang lain. Menghina mereka, atau bahkan mengatakan hal-hal seperti 'kamu mah emang begitu' emungkinan akan memperburuk keadaan.

"Alih-alih mengatakan, 'kamu selalu berteriak padaku ketika kamu marah,' katakan, "tolong jangan berteriak padaku." Alih-alih mengatakan, 'kamu sangat tidak sabar,' katakan, 'bisakah kamu bersabar dengan saya'. Itu mungkin tampak seperti perbedaan yang halus tetapi kamu tidak ingin orang itu merasa diserang, karena itu akan membuat mereka lebih mungkin untuk menyerang."


Coba pahami apakah kesalahan itu juga datang dari kamu sehingga orang lain marah padamu.Coba pahami apakah kesalahan itu juga datang dari kamu sehingga orang lain marah padamu. Foto: thinkstock

4. Tahu kapan harus 'pergi'

Ada saatnya kamu harus melepaskan diri dari situasi tersebut. Ada banyak alasan misalnya agar tetap aman. Jika situasinya sedemikian rupa sehingga tidak mungkin ada resolusi positif. Orang tersebut mungkin sangat marah sehingga percakapan yang sehat dan masuk akal tidak bisa dilakukan saat itu.

Jika itu yang sedang terjadi, hal terbaik untuk dilakukan adalah mengatakan, 'mari kita bicarakan ini nanti ketika kita tenang,'. Apabila itu adalah orang asing yang kamu tidak akan pernah kamu temui lagi, cukup katakan, 'saya minta maaf atas peran saya dalam hal ini,' dan berjalan pergi.

5. Tetap aman

Ketika kamu berurusan dengan orang yang sedang marah, pastikan bahwa kamu aman. Memang nggak semuanya, namun kita perlu menyadari fakta bahwa ketika orang marah mereka dapat merasakan dorongan untuk menyerang, kadang-kadang secara fisik.

Apabila kamu tidak merasa aman, menjauhlah dari orang tersebut. Jika kamu benar-benar harus berinteraksi dengan seseorang yang membuat kamu merasa terancam, pastikan kamu tidak sendirian dengan individu tersebut, dan memasuki situasi dengan rencana untuk mengeluarkan diri dengan aman jika itu terjadi. (ask/up)