Senin, 22 Apr 2019 16:39 WIB

Begini Cara Membedakan Sakit Kepala Biasa, Sinus, dan Migrain

Widiya Wiyanti - detikHealth
Hampir semua orang pernah merasakan nyeri kepala (Foto: iStock) Hampir semua orang pernah merasakan nyeri kepala (Foto: iStock)
Jakarta - Sakit kepala kerap menyerang dalam beberapa kondisi. Sakit kepala juga terasa di bagian yang berbeda-beda, misalnya di bagian depan atau bagian belakang kepala.

Sakit kepala juga ada beberapa jenis, seperti sakit kepala biasa, sakit kepala karena sinus, atau sakit kepala migrain. Sayangnya kebanyakan orang tidak mengetahui perbedaannya.

Dikutip dari Huffington Post, begini cara membedakan ketiga sakit kepala itu.

1. Sakit kepala biasa

Hampir semua orang pasti pernah merasakan sakit kepala jenis ini. Tanda sakit kepala jenis ini biasanya terasa tegang, sakit di kedua sisi kepala, dan beberapa ketegangan di leher.

"Pemicu utama bisa karena pilek atau penyakit lainnya, perubahan asupan kafein dan melihat layar untuk jangka waktu yang lama," kata asisten profesor neurologi di Fakultas Kedokteran Mount Sinai-Icahn School of Medicine, Huma Sheikh.

Selain itu, stres emosional dan fisik, depresi, serta konsumsi alkohol juga bisa mengakibatkan sakit kepala jenis ini.



2. Sakit kepala sinus

Pernah merasakan sakit di sekitar mata dan pelipis? Biasanya sakit kepala ini kerap disangka sakit kepala migrain padahal sakit kepala sinus.

"Banyak yang diduga sakit kepala sinus sebenarnya adalah migrain yang menyamar," kata Noah Rosen, seorang ahli saraf dan direktur Northwell Health's Headache Center di New York City.

Sakit kepala sinus terjadi ketika ada infeksi terkait di salah satu sinus. Biasanya rasa sakit juga menyerang daerah hidung, mengalami kemerahan, pembengkakan, demam, dan meler.

3. Sakit kepala migrain

Salah satu gejala dari migrain adalah rasa sakit hebat yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Para ahli mengatakan gejala migrain juga rasa sakit yang berulang.

Migrain memungkinkan terjadinya denyutan atau berat sebelah. Gejala lain termasuk sensitivitas cahaya, mual, dan sensitivitas terhadap suara dan bau. Beberapa orang juga mengalami gangguan sensorik, dan bahkan mengalami kesemutan di satu sisi tubuh.

"Seorang individu dengan migrain memiliki peluang hampir 70 persen untuk memiliki keturunan yang memiliki kondisi yang sama," kata Rosen.

(wdw/up)
News Feed