Selasa, 23 Apr 2019 07:38 WIB

3 Alasan Seseorang Merekam Video Aktivitas Seksual Pribadinya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ada banyak kemungkinan motif seseorang merekam video pribadi saat melakukan aktivitas seksual (Foto: iStock) Ada banyak kemungkinan motif seseorang merekam video pribadi saat melakukan aktivitas seksual (Foto: iStock)
Jakarta - Sebuah video porno berisi adegan masturbasi beredar luas di media sosial. Polisi masih menyelidiki seputar video tersebut yang diduga berisi aktivitas pribadi artis dan atlet Indonesia terkenal.

"Dilakukan penyelidikan ya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dikutip dari detikcom, Senin (22/4/2019).



Terlepas dari siapa saja sosok dalam video tersebut, psikolog Veronica Adesla dari Personal Growth menyebut ada 3 motif seseorang merekam aktivitas seksual.

1. Kepuasan
Kemungkinan pertama adalah mendapat kepuasan saat menonton rekaman kegiatan seksual.

"Dengan menonton ulang, si perekam seakan bisa merasakan atau mengenang kembali momen tersebut dan mendapat kepuasan darinya. Hal ini berlaku pada yang merekam dengan motif inventori dan atau kepuasan seksual pribadi," kata Veronica pada detikHealth.

2. Niat jahat
Motif selanjutnya adalah niat buruk pribadi dari si perekam. Dengan merekam, pelaku memegang alat bukti atau senjata yang dapat digunakan untuk mengancam atau balas dendam pada yang direkam sewaktu-waktu. Ini kerap terjadi dalam kasus-kasus pemerasan, dendam pribadi, maupun sakit hati.

3. Komersial
Motif ketiga adalah komersil atau ketenaran yang ingin diperoleh perekam. Dalam motif ini, si perekam ingin mendapat keuntungan komersil dan atau ketenaran dengan menyebarkan video aktivitas seksual tersebut.

Veronica mengingatkan, sebuah aktivitas seksual seharusnya tidak direkam apapun alasannya. Perbuatan dan rekaman tersebut bila tersebar luas berisiko menghadapi tudingan pelanggaran norma, merusak masyarakat, dan bukan tidak mungkin bisa terjerat hukum.


3 Alasan Seseorang Merekam Video Aktivitas Seksual Pribadinya


(up/up)
News Feed