Selasa, 23 Apr 2019 09:30 WIB

Saran Psikolog Bila Kecolongan Video Seks Pribadi Beredar di Medsos

Rosmha Widiyani - detikHealth
Merekam aktivitas seksual tidak disarankan karena berpotensi menyebar. Foto: iStock Merekam aktivitas seksual tidak disarankan karena berpotensi menyebar. Foto: iStock
Jakarta - Merekam aktivitas seks, sekalipun untuk konsumsi pribadi, tidak dianjurkan. Selalu ada risiko kecolongan, lalu diviralkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Video seks yang viral bagaimanapun akan sangat berdampak pada kejiwaan seseorang, terutama korban. Aktivitas yang seharusnya sangat privat, akhirnya jadi konsumsi umum dan karenanya harus menanggung malu.

Psikolog klinis dari Personal Growth, Veronica Adesla menyarankan untuk tidak merekam aktivitas seksual sekalipun untuk konsumsi pribadi. Kalaupun kecolongan dan kemudian viral, berikut saran yang ia berikan.

"Jika mendapati video aktivitas seksual viral, segera laporkan pada Kominfo bisa lewat situs kominfo.go.id supaya peredaran tidak semakin luas. Selanjutnya bila kamu adalah korban, laporan bisa diteruskan ke Komnas Perempuan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan institusi hukum terkait lainnya," kata Veronica pada detikHealth.
Merekam aktivitas seksual tidak disarankan karena berpotensi menyebar dan menghadapi tudingan melanggar norma, merusak masyarakat, dan bahkan dapat dikenai hukuman. Veronica menyarankan untuk mengingatkan orang-orang di sekeliling kita yang punya kebiasaan tersebut supaya tidak kembali melakukannya.

Tentunya cara mengingatkan jangan sampai menimbulkan kesan main hakim sendiri. Cukup dengan mengingatkan risikonya, berkaca dari berbagai kasus yang sudah berulang kali terjadi.


Saran Psikolog Bila Kecolongan Video Seks Pribadi Beredar di Medsos
(Rosmha Widiyani/up)