Selasa, 23 Apr 2019 10:00 WIB

8 Dampak Bercinta pada Otak, Salah Satunya Bikin 'Pikun' Sesaat

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Seks punya dampak pada otak, baik positif maupun negatif. Foto: ilustrasi/thinkstock Seks punya dampak pada otak, baik positif maupun negatif. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Sama seperti olahraga, bercinta merupakan aktivitas fisik yang cukup menguras tenaga dan memiliki dampak tertentu ke otak. Dampaknya bisa beragam dan bisa saja negatif maupun positif.

"Memahami bagaimana seks mempengaruhi otakmu dapat meningkatkan kemampuanmu (soal seks), dan itu juga dapat menjelaskan bagian lain dari kesehatan tubuhmu," kata Barry R Komisaruk, PhD, profesor psikologi di Rutgers University New Jersey, dikutip dari Health.

Meneliti dampak bercinta ke otak bukanlah hal yang mudah untuk dipelajari sehingga banyak penelitian mengenainya masih dikembangkan. Akan tetapi para ahli sudah dapat mengungkap misterinya, dan sejauh ini, berikut yang mereka tahu akan dampak bercinta pada otak:



1. Bisa menjadi 'obat'
Bercinta bisa membuat kita merasa lebih baik, karena adanya pelepasan dopamin yang membuat kita senang. Dopamin juga bisa membuat mabuk sehingga membuat bercinta sangat candu dan jadi aktivitas yang ditunggu-ditunggu. Prof Komisaruk menyebut kafein, nikotin dan cokelat juga memiliki efek yang sama seperti bercinta.

2. Mencegah depresi
Sebuah studi dari sebuah universitas di Albania pada tahun 2002 mengungkapkan bahwa beberapa kandungan dalam cairan semen, termasuk estrogen dan prostaglandin memiliki sifat antidepresi yang kemudian diserap ke dalam tubuh usai bercinta. Berita yang baik bagi para pasutri, bahwa studi ini juga menyebutkan mereka yang bercinta tanpa kondom menunjukkan penurunan gejala-gejala depresi dan juga peningkatan mood.

3. Kadang bisa bikin sedih
Bercinta bisa bikin senang, namun juga bisa bikin sedih. Dopamin mungkin bergejolak hebat saat melakukannya, namun setelahnya, menurut para peneliti ada suatu kondisi yang dinamakan post-sex blues atau postcoital dysphoria. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sedih usai seks pada saat-saat tertentu. Para peneliti belum yakin apa yang menyebabkannya dan kaitannya dari dua hal tersebut.

4. Meredakan rasa sakit
Sedang merasa pusing? Ajaklah suami atau istrimu untuk bercinta ketimbang meminum obat pereda pusing. Riset menunjukkan dengan bercinta bisa mengurangi rasa sakitnya. Para peneliti mempertimbangkan efek oksitosin, yakni hormon pengikat yang mendekatkan ibu dan bayi, yang menyebabkan dampak ini.


5. Bisa membuat lupa sesaat
Kurang dari 7 orang per 100 ribu per tahunnya mengalami 'global transient amnesia'. Yakni sebuah kondisi kehilangan ingatan sesaat yang bisa jadi disebabkan oleh seks yang penuh tenaga. Rasa 'pikun' sesaat ini bisa berlangsung selama beberapa menit atau jam, dan seseorang tidak dapat membentuk ingatan baru atau mengingat kejadian baru-baru ini. Namun tenang saja, dampak ini tidak permanen atau bertahan lama.

6. Bisa meningkatkan memori
Dampak ini masih belum terbukti di manusia, karena hanya dibuktikan melalui studi pada tikus pada tahun 2010. Tikus yang diperbolehkan seks semalaman dengan yang melakukan seks sekali dalam 14 hari berturut-turut menumbuhkan lebih banyak neuron di hippocampus, area otak yang terkait dengan memori. Kemudian disimpulkan bahwa seks rutin bisa memiliki dampak yang sama pada manusia, apakah kamu pernah mengalaminya?

7. Mampu menenangkan
Studi yang sama juga menemukan bahwa tikus-tikus tersebut terlihat tak terlalu stres, dan dampak ini bekerja pada manusia juga. Sebuah studi lainnya menemukan bahwa orang yang baru saja bercinta memiliki respons yang lebih baik pada situasi yang sangat membuat stres ketimbang yang tidak, dengan menurunkan tekanan darah.

8. Bikin mengantuk
Sudah jadi rahasia umum banyak pasutri yang langsung tidur terlelap usai bercinta, umumnya hal ini lebih sering terjadi pada para suami. Para ahli menyebut alasannya adalah ada bagian otak yang dikenal dengan prefrontal cortex 'berhenti' setelah ejakulasi pada pria. Lalu dibarengi dengan pelepasan oksitodin dan serotonin, bisa menyebabkan sindrom 'ingin berbaring dan tertidur'.


8 Dampak Bercinta pada Otak, Salah Satunya Bikin 'Pikun' Sesaat
(frp/up)
News Feed