Rabu, 24 Apr 2019 14:50 WIB

Tak Perlu Boikot Nasi Padang, Dokter Bagikan Tips Menangkal Kolesterol

Widiya Wiyanti - detikHealth
Lemak dan kalori tinggi adalah momok utama bagi penggemar nasi padang (Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance) Lemak dan kalori tinggi adalah momok utama bagi penggemar nasi padang (Foto: Selfie Miftahul Jannah/detikFinance)
Jakarta - Tengah ramai soal boikot nasi padang di sosial media. Apa karena nasi padang identik mengandung lemak tinggi? Ternyata menurut dokter spesialis penyakit dalam dr Bhanu, SpPD, BMed, Scs, benar adanya.

"Makanan padang, santan, lemak, minyak goreng dipakai berulang, daging, jeroan, semua orientasi ke lemak," ujarnya kepada detikHealth saat ditemui di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2019).



Namun dr Bhanu punya rahasia bagi yang tidak bisa meninggalkan nasi padang dari hidupnya agar lemak tidak merajalela di tubuh. dr Bhanu mengatakan bahwa teh china bisa menetralkan lemak yang masuk ke dalam tubuh.

"Ada strategi dari teman-teman etnis Chinese, minum Chinese tea karena bisa memecah lemak itu, kalau di Indonesia teh merah," ungkapnya.

Meminum teh china itu diperbolehkan dengan tambahan gula agar rasanya tetap enak, tetapi tidak melebihi dari asupan rekomendasi gula per hari, yaitu 4 sendok makan. Dan terlebih lagi bagi pengidap diabetes, dr Bhanu tidak menyarankan untuk menggunakan gula pasir.

"Dengan syarat makan lemaknya juga jangan banyak, bisa kalah tehnya nanti. Olahraga juga penting ya," anjurnya.

(wdw/up)
News Feed