Rabu, 24 Apr 2019 21:30 WIB

Vaksin Malaria Pertama Diluncurkan WHO di Malawi

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi injeksi vaksin (Foto: thinkstock) Ilustrasi injeksi vaksin (Foto: thinkstock)
Jakarta - Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Pada tahun 2015 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 212 juta kasus malaria di dunia dengan 429 ribu di antaranya meninggal dunia. Untuk menghadapi hal itu peneliti sudah 30 tahun berusaha untuk mengembangkan vaksinnya.

Kini secercah harapan muncul dengan laporan terbaru WHO yang menyebut bahwa program pertama vaksin malaria sudah diluncurkan di Malawi, Afrika. Vaksin bernama RTS,S tersebut diberikan pada anak di bawah usia dua tahun.



Selain Malawi rencananya program serupa akan diluncurkan juga di Ghana dan Kenya. Tiga negara tersebut dipilih karena menjadi penyumbang kasus terbanyak kasus malaria di dunia.

"Kami melihat perbaikan situasi berkat kelambu dan cara pengendalian malaria lainnya dalam 15 tahun terakhir, tapi progres terhambat bahkan mundur di beberapa tempat. Kita butuh solusi baru untuk merespons malaria dan vaksin ini menjadi alat yang menjanjikan," kata Direktur Umum WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Vaksin malaria berpotensi untuk menyelamatkan nyawa puluhan hingga ratusan ribu anak-anak," lanjutnya seperti dikutip dari situs resmi WHO.

RTS,S sendiri hingga saat ini adalah satu-satunya vaksin malaria yang telah melalui uji klinis. Dalam demonstrasi vaksin dapat mencegah sekitar 4 dari 10 kasus.

"Ini adalah hari yang pantas dirayakan karena kita mulai memahami apa saja yang bisa dilakukan dalam upaya mengubah malaria sepanjang masa anak-anak lewat vaksinasi," kata direktur regional WHO untuk Afrika, Matshidiso Moeti.

(fds/up)