Kamis, 25 Apr 2019 13:00 WIB

Dokter Samakan Skizofrenia dengan Kencing Manis, Sama-sama Bisa Diobati

Aisyah Kamaliah - detikHealth
dr I Gusti Rai Wiguna, SpKJ (Foto: Aisyah/detikHealth) dr I Gusti Rai Wiguna, SpKJ (Foto: Aisyah/detikHealth)
Denpasar - Stigma negatif membayangi para pengidap skizofrenia. Kata-kata seperti 'gila' termasuk salah satu yang paling sering dilontarkan.

Hal ini membuat dr I Gusti Rai Wiguna, SpKJ salah satu founder dari Rumah Berdaya yang merupakan tempat rehabilitasi psikososial bagi Orang dengan Skizofrenia (ODS) atau Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Menurutnya orang dengan skizofrenia bisa dengan sembuh dan sama saja kok dengan orang bisa. Malahan, lepas obat juga mungkin.

"Kalau first episode, pertama kali muncul dan dia cepat diobati, 3-5 tahun dia bisa bebas obat. Tapi kalau sudah 7 kali relapse nggak. Relapse tuh maksudnya belum sehat betul tapi sudah putus (obat --red) lalu muncul lagi (gejalanya -- red), tapi jangan bilang mereka nggak bisa baik," kata dr Rai, di sela kunjungan tematik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Bali.

"Skizofrenia sebenarnya adalah gangguan otak ya, ketidakseimbangan kimiawi di dalam otak yang gejalanya berupa gangguan jiwa. Sering distigma atau disalah artikan sebagai gila, tapi kami tidak bisa menghapus kata gila di KBBI itu nggak bisa, yang kami bisa memberi arti lain. Jadi semakin sering kita gunakan gangguan jiwa, gila kita gunakan untuk hal lain. Misalnya 'wah gila lu IPK 4'," ujar dr Rai.

Lebih lanjut, dr Rai menyebutkan bahwa skizofrenia kerap diberi stigma yang terlalu keras. Padahal, penyakit ini sama dengan penyakit kronis lainnya seperti diabetes atau hipertensi yang hanya perlu bantuan obat.



"Penyakit seperti ini ya sama dengan kencing manis, sama dengan hipertensi, gangguan yang kronik progresif, diperlukan pengobatan berkelanjutan. Ada satu orang yang di sini udah nggak minum obat, hanya hari raya dia begadang nongkrong sama temannya, besoknya dia minum obat, hanya satu hari saja,"

"Jangan juga drug shaming, orang minum obat kita permalukan 'kok kamu masih minum obat? Mestinya bisa baik', itu isi obat adalah zat kimia yang natural ada di otak kita, sama kayak ada orang kencing manis nggak ada insulinnya perlu dari luar, apa yang salah?"

dr Rai mencontohkan juga dirinya yang mengalami anemia karena kurang zat besi, ia pun harus mengonsumsi obat tambah darah hingga berpuluh tahun lamanya.

"Saya anemia, zat besi saya kurang, saya puluhan tahun tuh minum obat. Nggak ada yang tahu kan?" tutupnya.


Dokter Samakan Skizofrenia dengan Kencing Manis, Sama-sama Bisa Diobati
(ask/up)