Jumat, 26 Apr 2019 10:11 WIB

Stop Videokan Pengidap Gangguan Jiwa! Dokter Ingatkan Dampak Buruknya

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Seringkali perilaku pengidap gangguan jiwa jadi bahan bercandaan lalu diviralkan (Foto: Istock) Seringkali perilaku pengidap gangguan jiwa jadi bahan bercandaan lalu diviralkan (Foto: Istock)
Denpasar - Ada momen di mana kita semua mengalami sesuatu yang kurang beruntung, itu juga mungkin terjadi pada mereka yang mengalami gangguan jiwa berat atau skizofrenia. Ketika terjadi kecemasan atau gangguan pada zat kimia yang ada di otak, ODGJ bisa saja melakukan hal di luar normal. Tapi bukannya membantu justru ada orang yang malah memvideokan.

dr I Gusti Rai Wiguna, SpKJ salah satu founder dari Rumah Berdaya yang merupakan tempat rehabilitasi psikososial bagi Orang dengan Skizofrenia (ODS) atau ODGJ menuturkan bahwa tindakan ini bukanlah hal yang sepatutnya.



"Sekarang orang mulai aware, dulu kan kalau orang rame ketemu orang gangguan jiwa difilmkan. Viral tapi nggak dibantuin, justru yang memviralkan emergency call untuk kegiatan gangguan jiwa itu Rumah Berdaya, kita bilangin, kita kampanye ke sekolah," kata dr Rai saat ditemui di Denpasar, Bali, beberapa waktu lalu.

Ia menyayangkan masyarakat kerap bertindak tanpa pikir panjang. Dengan memvideokan aksi mereka, momen tersebut akan tetap ada karena jejak internet.

"Dulu ada satu orang, sampai sekarang adalah videonya kalau di Denpasar, ada wanita gemuk divideoin, jalan telanjang. Itu (pasiennya) sudah baik, sudah jualan. Tapi apa? Videonya tersebar seumur hidup di internet, itu yang kadang-kadang nggak orang pikir," tutupnya.



Galau memikirkan hidup di umur 20-30an? Simak obrolan dengan psikolog dalam video Bicang Sehat berikut:

[Gambas:Video 20detik]


Stop Videokan Pengidap Gangguan Jiwa! Dokter Ingatkan Dampak Buruknya
(ask/up)
News Feed