Sabtu, 27 Apr 2019 12:00 WIB

Siapa Sangka, Nonton Spider-Man dan Ant-Man Bisa Sembuhkan Fobia Serangga

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tayangan Spider-Man kurangi fobia laba-laba sebanyal 20 persen. (Foto: Dok. Ist; detikHOT) Tayangan Spider-Man kurangi fobia laba-laba sebanyal 20 persen. (Foto: Dok. Ist; detikHOT)
Jakarta - Dua film dalam Marvel Cinematic Universe, Spider-Man dan Ant-Man ternyata benar-benar menjadi superhero dalam kehidupan nyata. Menyembuhkan fobia.

Menurut sebuah penelitian baru, menonton dua film tersebut selama rujuh detik dapat mengurangi gejala fobia serangga dan arachnofobia. Film Spider-Man dan Ant-Man dipercaya dapat digunakan dalam terapi perilaku kognitif untuk mereka yang mengidap ketakutan tak beralasan dan berlebihan pada serangga.

Potongan dari film 'Spider-Man' dianggap lebih efektif dalam menyembuhkan arachnofobia dan mengurangi rasa takut terhadap laba-laba sebesar 20 persen.

Konsep mengobati fobia adalah dengan cara mengekspos mereka dengan rangsangan yang sama yang memicu penyembuhan. Dalam penelitian tersebut, 424 peserta dengan fobia yang relevan dibagi menjadi dua kelompok, satu yang menonton film Spider-Man dan Ant-Man.

Kelompok kedua hanya diberi tayangan pembuka film Marvel yang dibarengi dengan rekaman semut dan laba-laba yang sebenarnya.



Profesor Menachem Ben-Ezra, dari Universitas Ariel di Israel, mengatakan terdapat pengurangan gejala fobia signifikan pada kelompok Spider-Man dan Ant-Man dibandingkan dengan kelompok kontrol.

"Memasukkan paparan adegan dalam film Marvel Cinematic Universe dalam protokol terapi untuk fobia semacam itu mungkin sangat manjur tetapi kurang stigmatik," ujarnya dikutip dari New York Post.

Terapi pemaparan untuk fobia spesifik, misalnya, semut dan laba-laba, memanfaatkan paparan netral terhadap stimulus fobia untuk menangkal ketakutan irasional.

"Memutar cuplikan adegan laba-laba tujuh detik dari 'Spider-Man 2' mengurangi gejala phobia (arachnofobia) pada laba-laba bagi para partisipan pasca-tontonan sebesar 20 persen," jelasnya.

Hasil yang sama juga ditunjukkan bagi mereka yang memiliki fobia semut ketika menonton cuplikan film Ant-Man selama tujuh detik.

Meski demikian, kedua film ini tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap mereka yang memiliki fobia serangga secara umum. Hal ini menunjukkan bahwa mereka yang sembuh dari fobia bukan karena pemandangan alam atau fantasi, tetapi akibat paparan khusus untuk semut dan laba-laba dalam konteks film Marvel.

Melihat hasil yang signifikan dari tayangan film Marvel pada pengidap fobia, para peneliti ingin menggunakan film superhero lainnya untyuk menyembuhkan pasien dengan gangguan stres pasca trauma (PTSD).



(kna/up)