Minggu, 28 Apr 2019 12:04 WIB

Cara Baru Menurunkan Berat Badan: Menangisi Mantan

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi menangis. Foto: thinkstock Ilustrasi menangis. Foto: thinkstock
Jakarta - Saat kamu sedih, seperti misalnya baru saja diputuskan oleh pacar, pasti ingin melampiaskan emosi. Umumnya kamu akan berada dalam lingkaran setan: stres, menangis, makan besar, lalu jadi gendut. Waduh!

Menurut para ahli, rata-rata orang menangis 16,5 galon air mata seumur hidupnya. Sayangnya, kadang kebanyakan orang lebih memilih untuk memendam emosi mereka dan bahkan merasa malu karenanya.

Namun apakah kamu tahu bahwa menangis bisa membantumu menurunkan berat badan?

Yap, para ahli membuktikan hal tersebut benar. Semuanya bergantung pada hormon kortisol yang dilepaskan sebagai respons stres. Hormon ini telah diketahui sejak lama terkait dengan obesitas.


Hormon kortisol membantu kita melawan rasa stres yang muncul, akan tetapi kebanyakan orang tak melawan bahkan secara fisik sekalipun, namun lebih memilih untuk duduk terpuruk dan frustasi. Hasilnya, tubuh menganggap kita telah menggunakan sebagian kalori untuk menangani stresor kita dan kita harus mengisinya lagi.

Kemudian, para ahli juga menemukan bahwa air mata emosional mengandung hormon yang meningkatkan kadar kortisol. Yakni prolaktin, leu-enkefalin dan adrenokortikotropin, semuanya diproduksi saat kita berada di bawah tekanan besar.

"Jadi saat kita tidak menahan emosi kita lalu menangis, hormon-hormon tersebut dilepaskan dan kadar kortisol menurun. Hasilnya, tubuh kita mendapatkan sinyal bahwa kita tidak perlu menahan lemak karena situasi yang membuat stres sudah usai," demikian dilaporkan situs Bright Side.

Perlu dicatat, air mata buaya tidak membantu melepaskan hormon-hormon tersebut. Ditambah, para ahli menyebutkan bahwa waktu yang tepat untuk mengeluarkan air mata ini adalah saat pukul 7-10 malam.

Jadi, ketika kamu sedang galau dan baru saja putus, menangisi mantan bukanlah hal yang memalukan. Keluarkan saja, karena menangis juga menjadi cara paling efektif untuk menenangkan pikiran. Apakah kamu orang yang sering menahan emosi atau mengeluarkannya, detikers? Share yuk caramu menangani emosi di kolom komentar.

(frp/kna)
News Feed