Selasa, 30 Apr 2019 08:15 WIB

Rawan 'Tumbang', Pakar Sebut Tugas KPPS Berat untuk Usia 60 Tahun ke Atas

Rosmha Widiyani - detikHealth
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melayat anggota KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan, (25/4/2019). (Foto: detikcom) Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melayat anggota KPPS yang meninggal dunia akibat kelelahan, (25/4/2019). (Foto: detikcom)
Jakarta - Ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menyarankan petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) tidak terlalu tua. Hal ini terkait dengan beban kerja yang harus ditanggung petugas KPPS.

"Dengan memperhitungkan beban kerja untuk orang-orang berusia lebih dari 60 tahun, maka Pemilihan Umum (Pemilu) adalah tugas yang berat. Semakin berumur maka risiko mengalami berbagai penyakit kronis meningkat, misal penurunan fungsi ginjal, hipertensi, dan gangguan jantung," kata Dekan FKUI Prof Ari Fahrial Syam.



Prof Ari menjelaskan, kelompok umur dibagi 3 berdasarkan risiko mengalami penyakit kronis. Kelompok tersebut adalah kurang dari 40 tahun, 40-60 tahun, dan lebih dari 60 tahun. Risiko terkena atau punya riwayat sakit makin kecil bila usia petugas KPPS semakin muda.

Hingga Senin (29/4/2019), sebanyak 296 petugas KPPS meninggal selama pelaksanaan Pemilu 2019. Data Komisi Pemilihan Umum juga menyatakan ada 2.151 petugas yang sakit. Selain itu, sebanyak 70 persen petugas KPPS berusia lebih dari 40 tahun tanpa peninjauan kesehatan sebelumnya.

Beban kerja yang berat dengan sebelumnya punya riwayat penyakit ternyata berisiko buruk bagi kesehatan petugas KPPS. Risiko makin besar karena lingkungan kerja yang tidak selalu memenuhi syarat misal selalu terpapar cuaca terik, dingin, dan berangin.




Rawan 'Tumbang', Pakar Sebut Tugas KPPS Berat untuk Usia 60 Tahun ke Atas
(up/up)