Jumat, 03 Mei 2019 08:35 WIB

Pria Berbadan Gemuk Berisiko Besar Sulit Memiliki Anak

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Ilustrasi gemuk. (Foto: Istock) Ilustrasi gemuk. (Foto: Istock)
Jakarta - Saat pasangan suami-istri (pasutri) memiliki kesulitan untuk punya anak, kebanyakan orang justru menganggap bahwa itu adalah tanggung jawab si wanita dan tubuhnya tidak bekerja dengan benar. Namun ternyata, pria juga punya kontribusi akan hal tersebut.

"Orang-orang banyak berasumsi jika pasutri sulit memiliki anak berarti salah si istri. Namun suami juga punya andil dalam masalah ini. Sekitar 40-50 persen justru pria yang jadi penyebab utama dari ketidaksuburan," kata Dr Natan Bar-Chama, direktur dari Center of Male Reproductive Health di RMA of New York dan seorang urologis tersertifikasi dan spesialis infertilitas pria.

Apa saja hal-hal yang bisa mempengaruhi kesuburan pria? Dikutip dari jumlah dan abnormalitas sperma serta kadar testosteron yang rendah adalah beberapa di antaranya. Kemudian, pria obesitas memiliki risiko terbesar mengalami ketidaksuburan dan kesulitan memiliki anak.



Peningkatan lemak di area skrotum bisa meningkatkan suhu testis. Peningkatan suhu memiliki dampak negatif pada sperma dan kemampuannya. Obesitas juga bisa menyebabkan beberapa perubahan pada hormon seks dan protein yang mengikatnya dapat merusak produksi sperma.

Hal-hal tersebut bisa diatasi dengan mengubah gaya hidup, namun dibutuhkan sikap proaktif dari para pria soal perannya jika ingin memiliki anak. Menurut Dr Bar-Chama, ini disebabkan pria tidak seserius wanita soal urusan kesehatan.

Faktor-faktor gaya hidup yang mempengaruhi kesuburan pria antara lain pola makan, berat badan, rutinitas olahraga, stres, merokok dan obat-obatan. Tak hanya ketidaksuburan, ada satu hal yang lebih mengkhawatirkan yakni gangguan pada sperma bisa tertular ke anak dan berdampak pada tumbuh-kembang serta kesehatan jangka panjang mereka.



"Pria harus memahami bahwa gaya hidup mereka tak hanya berdampak pada kemampuan mereka untuk memiliki anak, tapi yang sama pentingnya adalah dapat berdampak pada kehidupan anak mereka, hal ini jelas-jelas memiliki dampak seumur hidup dan harus dipertimbangkan secara serius sebelum berencana memiliki anak," tambahnya.

Oleh karena itu, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menurunkan berat badan apabila termasuk kategori obesitas. Diet Mediterania bisa kamu coba sebagai salah satu metode menurunkan berat badan yang sehat. Lalu hal-hal berikut ini juga bisa dilakukan:

1. Konsumsi lebih banyak antioksidan, vitamin C, vitamin E, beta karoten, zinc, selenium, asam folat, likopen dan coenzyme Q-10. Nutrisi-nutrisi tersebut juga banyak ditemukan dalam cairan semen untuk membantu mencegah kerusakan pada sel-sel sperma.

2. Mengonsumsi lebih banyak kacang juga baik karena penuh dengan protein nabati, omega-3 dan juga antioksidan.

3. Hindari makanan dan daging olahan, serta batasi konsumsi kafein dan alkohol.

4. Berhenti merokok dan mengonsumsi obat-obatan terlarang

5. Gunakan celana dalam atau celana yang ketat agar tidak menaikkan suhu di area skrotum

6. Hindari menaruh ponsel di saku celana dekat dengan penis, karena banyak studi menyebutkan paparan ponsel bisa berdampak pada kualitas sperma

7. Jangan terlalu lama berendam di air panas atau sauna

(frp/up)
News Feed