Senin, 06 Mei 2019 18:59 WIB

Banyak Diet Sarankan Hindari Nasi, Benarkah Bisa Sebabkan Obesitas?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Benarkah nasi menyebabkan obesitas? Foto: Istimewa Benarkah nasi menyebabkan obesitas? Foto: Istimewa
Jakarta - Tak jarang kita mendengar pernyataan bahwa mengonsumsi nasi bisa berkontribusi pada penumpukan lemak di tubuh karena mengandung gula. Akibatnya, kita rentan obesitas. Namun sebenarnya apa sih kaitan memakan nasi dengan obesitas?

Kegemukan dan obesitas jadi salah satu masalah kesehatan yang makin meningkat di beberapa negara. Misalnya, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), 39,8 persen masyarakat Amerika Serikat berada dalam kategori obesitas.

Akan tetapi tidak sama seperti warga di Jepang, yakni hanya 4,3 persen menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Padahal Jepang termasuk negara yang menjadikan nasi sebagai makanan pokok mereka. Kok bisa angka obesitasnya kecil ya?

Dikutip dari Medical News Today, peneliti dari Doshisha Women's College of Liberal Arts di Kyoto, Jepang mengumpulkan data dari 136 negara. Mereka menemukan bahwa negara yang mengonsumsi rata-rata 150 gram nasi per hari memiliki angka obesitas yang lebih rendah ketimbang negara yang mengonsumsi nasi dalam rata-rata global, sekitar 14 gram per hari.

Melihat lebih jauh pada variabel penelitian, seperti rata-rata tingkat pendidikan, kadar merokok, total konsumsi kalori, uang yang dihabiskan untuk ke dokter, persentase populasi di atas usia 65 tahun dan produk domestik kotor per kapita. Hasilnya? Nyaris seluruh variabel tersebut ditemukan lebih rendah pada negara yang mengonsumsi nasi lebih banyak.


"Oleh karena itu, makanan Jepang atau diet makanan ala Asia dengan nasi bisa saja mencegah obesitas. Memakan nasi bisa saja mencegah naiknya bobot. Sangat mungkin bahwa serat, nutrisi dan senyawa tanaman yang ditemukan dalam nasi dapat meningkatkan rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan," tutur Prof Tomoko Imai, ketua peneliti tersebut.

Namun penelitian ini memiliki banyak kekurangan. Salah satunya adalah jenis nasi yang cenderung dikonsumsi pada suatu populasi. Seperti misalnya, nasi putih memiliki serat lebih sedikit. Dan berapa banyak serat yang dikonsumsi berperan pada risiko obesitas.

Sebuah analisis meta yang dipublikasikan di BMJ tahun 2012 melihat hubungan antara nasi putih dengan risiko peningkatan diabetes tipe 2. Para penulis menyimpulkan bahwa "semakin tinggi konsumsi nasi putih terkait dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan, terutama pada populasi Asia (Orang China dan Jepang)."

Studi lainnya yang melibatkan lebih dari 10 ribu orang Korea dewasa mengungkapkan bahwa pola makan menggunakan nasi putih terkait dengan obesitas. Masih menyisakan keraguan, para peneliti harus melanjutkan studi akan dampak konsumsi nasi pada obesitas.

Jika memang makanan murah dan mudah didapat seperti nasi bisa berperan kecil untuk melawan obesitas, sangat penting untuk terus ditelusuri. Sementara untuk kini masih belum ada keputusan yang bisa diambil.




Simak Juga 'Benarkah Nasi Shirataki Ngga Bikin Gemuk?':

[Gambas:Video 20detik]

Banyak Diet Sarankan Hindari Nasi, Benarkah Bisa Sebabkan Obesitas?
(frp/up)
News Feed