Selasa, 07 Mei 2019 16:00 WIB

Jadi Favorit Berbuka Puasa, Ini 5 Manfaat Kurma

Widiya Wiyanti - detikHealth
Manfaat kurma bagi kesehatan (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Tidak afdol rasanya tidak mengonsumsi kurma sebagai takjil berbuka puasa. Bahkan PT MRT Jakarta hanya mengizinkan penumpangnya berbuka dengan kurma. Pada bulan Ramadhan seperti ini kurma sangat mudah didapat di mana-mana.

Menurut dokter spesialis gizi klinis dari RS Pondok Indah dr Juwalita Surapsari, MGizi, SpGK, berbuka dengan 2-3 butir kurma bisa mengembalikan kadar gula darah yang turun selama seharian berpuasa.

"Menu yang paling baik kurma, buah-buahan lain boleh," ujarnya.



Sebegitu direkomendasikannya, ternyata ini sederet manfaat kurma yang sangat baik untuk kesehatan tubuh dikutip dari Health Line.

1. Mengandung banyak nutrisi

Kurma memiliki nutrisi yang sangat baik. Sebagian besar kalori dalam kurma berasal dari karbohidrat. Namun kurma juga mengandung beberapa vitamin dan mineral penting dan mengandung antioksidan tinggi.

Dalam satu porsi kurma atau setara dengan 100 gram, mengandung nutrisi sebanyak:

Kalori: 277
Karbohidrat: 75 gram
Serat: 7 gram
Protein: 2 gram
Kalium: 20 persen dari RDI (Recommended Daily Intake)
Magnesium: 14 persen dari RDI
Tembaga: 18 persen dari RDI
Mangan: 15 persen dari RDI
Besi: 5 persen dari RDI
Vitamin B6: 12 persen dari RDI

2. Tinggi serat

Dengan 7 gram serat dalam prosi 100 gram, kurma termasuk dalam buah yang dapat memenuhi asupan serat harian. Serat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, misalnya mencegah sembelit dan memperlancar buang air besar.

Suatu penelitian menunjukkan, 21 orang yang mengonsumsi 7 buah kurma per hari selama 21 hari mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dan memiliki peningkatan yang signifikan dalam pergerakan usus dibanding mereka yang tidak mengonsumsinya.

Serat kurma juga bermanfaat untuk mengontrol kadar gula dalam darah karena mengandung indeks glikemik rendah.



3. Antioksidan tinggi

Seperti yang kita tahu bahwa kurma mengandung antioksidan tinggi. Antioksidan melindungi sel-sel dari radikal bebas yang merupakan molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan reaksi berbahaya dalam tubuh dan menyebabkan penyakit.

Ada tiga jenis antioksidan yang dikandung kurma:

Flavonoid: Flavonoid adalah antioksidan kuat yang dapat membantu mengurangi peradangan dan telah diteliti potensinya untuk mengurangi risiko diabetes, penyakit Alzheimer, dan jenis kanker tertentu.
Karotenoid: Karotenoid terbukti meningkatkan kesehatan jantung dan juga dapat mengurangi risiko gangguan terkait mata, seperti degenerasi makula.
Asam fenolik: Dikenal karena sifat anti-inflamasinya, asam fenolik dapat membantu menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung.

4. Meningkatkan kesehatan otak

Bukan hanya kesehatan fisik, kurma juga bermanfaat untuk kesehatan otak. Sebuah penelitian laboratorium menemukan bahwa kurma bermanfaat untuk menurunkan tanda inflamasi di otak, seperti interleukin 6 (IL-6). Tingkat IL-6 yang tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif semacam Alzheimer.

Penelitian lain pada hewan menunjukkan kurma bermanfaat untuk mengurangi aktivitas protein beta amiloid yang dapat membentuk plak di otak. Plak yang menumpuk di otak dapat mengakibatkan gangguan komunikasi antara sel-sel otak, dan yang lebih parah dapat menyebabkan kematian sel otak.

5. Mempermudah persalinan

Sangat mengejutkan, kurma ternyata dapat mebantu persalinan lebih baik. Mengonsumsi kurma di beberapa minggu terakhir masa kehamilan dapat meningkatkan dilatasi serviks dan menurunkan kebutuhan akan persalinan yang diinduksi.

Dalam sebuah penelitian, 69 wanita yang mengonsumsi 6 buah kurma per hari selama 4 minggu sebelum melahirkan, menunjukkan 20 persen lebih mungkin untuk melahirkan secara alami atau normal daripada yang tidak mengonsumsinya.

(wdw/up)