Rabu, 08 Mei 2019 14:30 WIB

Psikolog Ini 'Diagnosis' Sejumlah Karakter Game of Thrones, Apa Jadinya? (1)

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Psikolog ungkap isu kejiwaan karakter Game of Thrones. Foto: istimewa Psikolog ungkap isu kejiwaan karakter Game of Thrones. Foto: istimewa
Jakarta - Game of Thrones jadi salah satu series yang mendapatkan sorotan cukup tinggi. Karakter yang ditonjolkan dalam film pun terasa begitu nyata dan kuat.

Dr Kirk Honda, terapis perkawinan dan keluarga berlisensi di Seattle mencoba mendiagnosis beberapa karakter dari Game of Thrones seolah-olah mereka adalah pasien dia sendiri.

Tentu saja, tidak ada psikolog atau psikiater yang dapat mendiagnosis siapa pun tanpa bertemu secara langsung mereka. Setidaknya, Honda telah mencoba melakukan yang terbaik. Dikutip dari ILFSCIENCE! berikut ini penjelasannya.


1. Ramsay Bolton

Ramsay Bolton.Ramsay Bolton. Foto: HBO Asia

"Menurut saya, Ramsay memiliki kelainan sadisme seksual juga kelainan kepribadian sadis karena ia menunjukkan kesenangan yang nyata dan sama sekali tidak ada penyesalan dari penderitaan orang lain," ungkap Honda kepada Business Insider.

(Sebagai catatan; Sadistic Personality Disorder telah dihapus dari American Psychiatric Association's Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders setelah edisi ke-3, kini tidak lagi dianggap sebagai diagnosis resmi.)

Dia menambahkan bahwa gangguan Ramsay kemungkinan karena 'warisan biologisnya dari Roose Bolton, yang juga menunjukkan perilaku psikopat yang signifikan, terutama sebelum Ramsay lahir. Masa kecil Ramsay juga dinilai sulit.

Selain itu, ada juga kemungkinan anti-social personality disorder pada Ramsay.



2. Joffrey Baratheon

Honda percaya bahwa Joffrey menderita suatu bentuk gangguan kepribadian sadis yang disebut sadisme tirani, karena kebiasaannya menikmati secara verbal dan fisik untuk melukai dan melecehkan orang lain dengan kekuatannya.

Tetapi Honda ragu-ragu untuk menerapkan terlalu banyak label pada Joffrey karena gangguan kepribadian pada anak di bawah umur biasanya tidak didiagnosis sampai mereka menjadi dewasa dan kepribadian mereka selesai terbentuk.

Karena alasan itu, Honda mendiagnosis Joffrey dengan gangguan perilaku karena dia menunjukkan pola melanggar hak orang lain.

Honda percaya gangguan Joffrey berasal dari pelecehan dari ayahnya, jarak dengan ibunya, trauma akibat konflik dan kekerasan orangtua, ibu yang masih minum alkohol selama kehamilan, dan pola pengasuhan yang buruk. Ada banyak faktor.

3. Cersei Lannister

Cersei Lannister.Cersei Lannister. Foto: Dok. HBO


Cersei, mungkin banyak orang yang dibuat kesal olehnya. Namun, Cersei terbentuk karena dipinggirkan dan dilecehkan oleh ayah juga suaminya ketika dia masih muda, dan dikelilingi oleh konteks yang menghargai kekuatan, khususnya kekuatan kerajaan, sehingga perilaku psikopatnya bisa merupakan hasil dari keadaan dan budaya, bukan karena kepribadian.

Tidak seperti Joffrey dan Ramsay, sebagian besar tindakan anti-sosial Cersei berperan penting dalam mendapatkan kekuasaan dan bisa dianggap sebagai tindakan bertahan hidup, berdasarkan sudut pandangnya.

Honda percaya Cersei mungkin juga memiliki masalah ketergantungan alkohol, meskipun ia tampaknya tidak mengalami efek buruk dari kebiasaan minumnya yang berlebihan.

"Menurut saya, dia sepertinya minum untuk mengatasi tekanan hidupnya, yang luar biasa. Sangat umum bagi orang untuk mengobati sendiri dengan cara ini," kata Honda. (ask/fds)
News Feed