Rabu, 08 Mei 2019 14:50 WIB

Ternyata Puasa Bisa Bermanfaat Bagi Kesehatan Otak Lho

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi puasa. (Foto: iStock) Ilustrasi puasa. (Foto: iStock)
Jakarta - Berpuasa di bulan Ramadhan dilakukan oleh setiap umat muslim di seluruh dunia selama kurang lebih 30 hari. Ketika berpuasa, mereka yang menjalankannya wajib menghindarkan diri dari segala hawa nafsu serta menahan lapar dan dahaga dari subuh hingga senja.

Banyak penelitian menunjukkan terdapat banyak manfaat kesehatan yang akan didapatkan oleh mereka yang berpuasa. Para ahli juga menemukan bahwa membatasi asupan makan di siang hari dapat membantu mencegah kolesterol, penyakit jantung, obesitas, serta meningkatkan kesehatan otak dan kesejahteraan mental.

Peneliti juga telah mempelajari adanya hubungan antara diet, kesehatan usus dan kesejahteraan mental. Michael Mosley penulis buku The Fast Diet mengatakan berpuasa dapat membuat pelepasan BNDF atau Brain Derived Neutropic Factor yakni faktor neutropik yang berada di otak.



"Ini (berpuasa-red) telah terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi kegelisahan serta risiko pengembangan dimensia," tuturnya dikutip dari Aljazeera.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan di Amerika Serikat menemukan bahwa faktor neurotropik meningkat selama berpuasa yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak sel, sehingga meningkatkan fungsi otak.

Selain itu, terdapat pengurangan yang jelas dalam jumlah hormon kortisol yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Berarti, bahwa tingkat stres sangat berkurang secara drastis selama Ramadhan.

(kna/up)