Kamis, 09 Mei 2019 09:10 WIB

Dokter Cantik Grace Hananta, Bantu Pasien Sehat Jiwa dan Raga

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Menurut dr Grace kesehatan tidak bisa didapat hanya dari obat untuk raga saja. (Foto: Instagram/@dr.gracehan) Menurut dr Grace kesehatan tidak bisa didapat hanya dari obat untuk raga saja. (Foto: Instagram/@dr.gracehan)
Jakarta - Dokter cantik Grace Hananta, C.Ht, memilih jalur pengobatan yang sedikit berbeda dengan yang lain. Kepada detikHealth, ia mengisahkan bagaimana proses ia terjun menjadi seorang dokter holistik untuk corporate wellness.

Sesuai dengan kata holistik, ia menyadari bahwa kesehatan itu harus menyeluruh bukan cuma dari fisik saja. Dengan kata lain, psikologis dan spiritual seseorang juga memiliki efek besar bagi kesehatan fisik.

"Karena saya belajar hipnoterapi, saya jadi tahu bahwa sub-conscious mind itu sangat berpengaruh pada kehidupan kita, 95 persen. Jadi kalau kita punya teman yang sakit mag melulu, sakit migrain melulu, ternyata itu bisa jadi penyakit psikosomatis," ujarnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.


Gangguan psikosomatis adalah penyakit fisik yang diduga disebabkan atau diperparah oleh faktor kejiwaan misalnya stres, marah, cemas, atau kesedihan. Contoh adalah perasaan mules yang muncul karena panik saat menjelang ujian.

"Saya belajar saat di kedokteran, tapi ternyata sebagai dokter, selalu kadang-kadang 'nanti ke psikiater aja deh', nanti di dokternya dikasih parasetamol atau obat sakit mag tapi tidak pernah dicari apa sih akar masalahnya," lanjut wanita kelahiran 13 Maret 1988 ini.

Dari sana ia tersadar bahwa pengobatan tidak selalu harus memakai obat-obatan kimia. Dengan dicari akar masalah misalnya dari pola makan yang tepat, aktivitas yang tepat, dan juga pola hidup yang tepat, seseorang bisa mendapatkan kesembuhannya sendiri.

Demi membantu menyelesaikan masalah pasiennya, Grace tak segan untuk datang ke rumah sang pasien dan mendengarkan cerita. Dari sana ia mulai mengenal kliennya sampai akhirnya menemukan akar masalah untuk diperbaiki bersama-sama.

"Psikosomatis itu juga akhirnya dia tahu 'oh saya terlalu pencemas', akhirnya saya menjabarkan kenapa dia cemas, saya melakukan pendekatan melalui spiritual bahwa hidup ini memang ada hal yang tidak bisa kita kontrol, sehingga dia ada acceptance dan acceptance ini sub-conscious mind dia kan yang tadinya panik menjadi menjadi lebih rileks, pada saat dia rileks automatically asam lambungnya tidak terpicu untuk keluar banyak, selesailah masalahnya," ungkapnya.


Dokter Cantik Grace Hananta, Bantu Pasien Sehat Jiwa dan Raga
(ask/up)