Jumat, 10 Mei 2019 02:29 WIB

Cerita Abang Ojol soal Sahur dan Trik Mengatur Waktu Tidur

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ilustrasi driver ojek online. Foto: Pradita Utama Ilustrasi driver ojek online. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Ojek online banyak juga yang 'narik' saat malam hari. Sekalipun lagi bulan Ramadhan, ada beberapa yang justru semakin giat untuk mencuri waktu bekerja. Kepada detikHealth, ada sejumlah abang ojek online yang curhat bagaimana mengatur waktu sahur dan juga jam tidurnya di bulan puasa.

Pertama ada Tri Pujianto (50) dari wilayah Jakarta Selatan. Ia mengaku selama bekerja menjadi ojol memang terbiasa untuk bangun malam dan narik. Jam tidurnya pun sudah ia balik dengan siasat uniknya.

"Keluar jam 9 malem, karena mainnya malem. Kalau pagi, siang, sore, macet dan panas bisa timbul emosi. Kasian penumpang, soalnya udah pengalaman. Saya juga ada kerjaan lain kalau siang, jadi setengah 7 pagi tidur sampe jam 12 atau jam 1 siang, jadi waktunya dirubah," jelas Tri.

Untuk sahur, ia pun mengaku dari dulu nggak pernah menghabiskan waktu sahur di luar rumah sekalipun beli makanannya terkadang di luar juga sih.

"Makan makanan di rumah sama keluarga, emang saya konsisten bareng keluarga, saya patokin sampe rumah jam 4 pagi makan sama keluarga," lanjutnya.

Karena terbiasa pulang malam, Tri juga tidak lagi terhalang masalah kantuk. Meski kadang sedikit ngantuk, ia sudah berpikiran bahwa ketika malam tiba maka itu untuk bekerja bukan buat sekadar begadang saja.



Selain Tri, Mulyadi (34) dari kawasan Jakarta Timur turut berbagi kisah kepada kami. Ia mengaku paling malam sampai rumah ialah pukul 1 pagi.

"Nggak (narik sampai sahur --red), buat besok lagi tenaganya, paling jam 11 balik. Sampai rumah jam 1," katanya.

Selain itu ia mengatakan menarik ojek pada pagi hari atau saat sahur biasanya tidak seramai sore hari. Jadi mendingan waktu luangnya dipakai untuk istirahat. Lagipula, pada siang hari ia juga harus bekerja di suatu swalayan mulai dari jam 1 siang sampai kurang lebih pukul 10 malam.

"Balik jam 1 pagi, bangun setengah 3 pagi, abis subuh jalan lagi kadang nyari penumpang. Kerja lagi jam 1 siang," aku Mulyadi.

Jangan ditanya deh capek atau nggak, pasti lelah. Namun karena semangat yang tinggi, Mulyadi bisa tetap bertahan untuk menarik ojek.

"Dibilang capek ya capek, ya gimana kebutuhan hidup," tandasnya.



Sebenarnya berapa banyak waktu ideal yang mesti dipenuhi seseorang agar tidurnya cukup? dr Sudjoko Kuswadji, MSc(OM), PKK SpOk dari Yayasan Sudjoko Kuswadji Bersaudara (YSKB) dalam perbincangan dengan detikHealth beberapa waktu silam menjelaskan mengenai hal tersebut.

Sesudah kerja 8 jam, pekerja harus istirahat atau tidur selama minimal 4 jam. Jika dalam sehari kurang dari 4 jam, maka utang tidur itu harus dibayar pada hari yang sama.

"Pokoknya dalam 24 jam minimal 4 jam tidur pulas," ucapnya.

Terkait lembur, dr Sudjoko mengingatkan bahwa sebaiknya lembur tidak boleh lebih dari 2 jam sehari. Jika terlalu lama bekerja maka kamu bisa merasa kelelahan.

"Mengantuk adalah gejala pertama kelelahan. Obat yang paling mujarab adalah tidur. Karyawan yang tidur siang selama istirahat makan siang sangat baik meskipun tidurnya hanya 1 jam. Itu sangat mengurangi kelelahan," terangnya.



Tonton juga video Kenaikan Tarif Ojol Menguntungkan Mitra Pengemudi?:

[Gambas:Video 20detik]


Cerita Abang Ojol soal Sahur dan Trik Mengatur Waktu Tidur
(ask/up)
News Feed