Jumat, 10 Mei 2019 15:29 WIB

Tak Boleh Terlalu Lama, Ini Waktu Ideal Merendam Kurma untuk Bikin Air Nabeez

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ilustrasi air nabeez. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Puasa Ramadhan identik dengan tradisi makan kurma saat sahur dan berbuka, termasuk untuk infused water yang biasa disebut air nabeez. Sesuai dengan aturan puasa, air nabeez tentunya hanya bisa dikonsumsi saat sahur atau berbuka.

Menurut ustaz dr Zaidul Akbar, air nabeez sebetulnya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW dan menjadi minuman favorit. Merendam kurma, sayur, atau jenis buah lain dalam air memecah molekul nutrisi sehingga lebih mudah diserap tubuh.

"Dari yang saya pelajari, merendam kurma dalam air maksimal 12 jam. Kalau sudah 12 jam jangan diisi ulang (refill) karena sudah sampai titik jenuhnya. Jika sudah 12 jam bisa diganti dengan kurma, buah, atau sayur lain," kata dr Zaidul pada detikHealth.


Menurut dr Zaidul, rendaman yang terlalu lama berisiko menurunkan khasiat yang terkandung dalam kurma. Air rendaman kurma yang telah berumur 12 jam harus segera diminum tanpa perlu kembali menunda.

Untuk pembuatan air nabeez, dr Zaidul tidak merujuk pada jenis kurma atau campuran tertentu. Berbagai jenis kurma bisa digunakan sesuai kebutuhan dalam pembuatan air nabeez. Kurma bisa digunakan sebagai bahan tunggal atau dicampur buah atau sayur lain sesuai selera dan kecukupan nutrisi setiap hari.

Kurma sudah dikenal sebagai asupan dengan nutrisi lengkap untuk memenuhi kebutuhan harian. dr Zaidul menyarankan kebiasaan minum air nabeez dilakukan setiap hari, bukan hanya saat melaksanakan puasa Ramadhan.

(up/up)