Senin, 13 Mei 2019 13:22 WIB

Petugas KPPS Disebut Kelelahan, Bisakah Jadi Pemicu Kematian Mendadak?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jenazah salah satu petugas KPPS di Sumsel (Raja-detikcom) Jenazah salah satu petugas KPPS di Sumsel (Raja-detikcom)
Jakarta - Sekitar 583 petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) meninggal dunia pasca Pemilu 2019 yang diselenggarakan pada 17 April lalu. Kejadian yang terjadi secara tiba-tiba ini menimbulkan banyak spekulasi, salah satunya menyebut kematian petugas KPPS dipicu kelelahan. Tapi benarkah kelelaham bisa memicu kematian mendadak?

"Bukan lelahnya, tapi tekanannya. Jika orang itu mempunyai bakat penyakit jantung koroner tentu meningkatkan risiko," kata dr Anwar Santoso, SpJP dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), saat dijumpai detikHealth dalam diskusi di kantor IDI (Ikatan Dokter Indonesia) di Jakarta Pusat, Senin, (13/5/2019).

dr Anwar menambahkan kelelahan tidak berlalu sebagai faktor tunggal karena pasti ada faktor lain yang memperantarai. Selain itu, makin tua umur seseorang risiko meninggal mendadak akibat serangan jantung akan lebih tinggi.



Dalam kesempatan yang sama, ahli hematologi Prof Zubairi Djoerban, SpPD,KHOM, mengatakan sebagian besar penyebab kematian mendadak adalah serangan jantung dan stroke. Dipicu oleh kelelahan yang membuat stres dan kelaparan.

"Kelelahan bisa jadi karena jam kerjanya. Tapi kejadian ini tentu bisa dicegah," ujar Prof Zubairi.

Oleh karena itu, keduanya menyarankan agar setiap petugas KPPS yang bertugas dalam pemilu selanjutnya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan psikis sehingga menghindari kejadian serupa di masa yang akan datang.

(kna/up)
News Feed