Rabu, 15 Mei 2019 09:49 WIB

Wanita Harus Tahu, Begini Perubahan Haid di Usia 20an, 30an, dan 40an

Widiya Wiyanti - detikHealth
Sesuai usia, menstruasi juga berkembang karena perubahan hormon. Foto: ilustrasi/thinkstock Sesuai usia, menstruasi juga berkembang karena perubahan hormon. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Setiap wanita pasti pernah mengalami masalah saat haid atau menstruasi, mulai dari terlambat atau kecepatan hingga nyeri yang cukup mengganggu saat premenstrual syndrome (PMS).

Perubahan seperti itu sulit diprediksi. Karena seiring bertambahnya usia, maka menstruasi juga akan terus menyesuaikan diri dan berkembang karena perubahan hormon tubuh.

Dikutip dari Health, semua wanita harus tahu perubahan yang terjadi pada menstruasi pada umumnya sesuai dengan bertambahnya usia.

1. Usia 20an

Jika sebagian besar perempuan pada usia remaja periode menstruasinya tidak menentu dan kerap datang tanpa tanda. Pada saat menginjak usia 20an, menstruasimu akan lebih teratur.

Menurut obgyn dari Chicago dan juga penulis 'Sex Rx-Hormones, Health, and Your Best Sex Ever', dr Lauren Streicher, MD, anak perempuan tidak berovulasi secara teratur. Tanpa ovulasi teratur, menstruasi pun tidak menentu.

Setelah memasuki usia 20an, siklus mulai menentu dan dapat diprediksi, tetapi kamu juga akan mengalami PMS, kram, dan nyeri pada payudara. Itu bisa menjadi kejutan yang tidak menyenangkan.

Baca juga:

2. Usia 30an

Pada usia 30an, menstruasi bisa tiba-tiba lebih berat, banyak, dan rasa sakit yang hebat melebihi kram biasa. Hal itu memungkinkan adanya masalah pada saluran reproduksi, misalnya fibroid (tumor jinak) dan endometriosis.

Perubahan lain di usia ini juga berkaitan dengan melahirkan. Menstruasi tidak kembali sampai enam minggu setelah melahirkan, dan lebih dari itu saat menyusui.

"Dan jika kamu memutuskan untuk menyusui, menstruasi tidak akan kembali sampai kamu berhenti atau mengurangi frekuensi menyusui," kata obgyn di Santa Monica, California, dr Sheryl Ross, MD.

Sementara menurut dr Streicher, siklus menstruasi bisa lebih panjang setelah melahirkan. Rasa kram dan nyeri pun berkurang. Ini disebabkan karena pembukaan serviks menjadi sedikit lebih lebar dan aliran darah keluar tanpa memerlukan kontraksi uterus yang kuat.

3. Usia 40an

Fluktuasi hormon perimenopause dimulai di usia 40an dan bisa menyebabkan tubuh bersiap untuk garis akhir menstruasi. Biasanya ini dimulai sejak 8-10 tahun sebelum menopause.

Perubahan hormon yang normal menyebabkan ovulasi menjadi lebih tidak teratur, dan fluktuasi tingkat estrogen menyebabkan menstruasi bisa terlewat, aliran darah yang lebih berat, dan bercak di antara periode.



Ingatlah, jika mengalami gejala menstruasi tidak seperti biasa sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Periode yang tidak teratur dan perubahan drastis pada menstruasi kemungkinan merupakan tanda masalah tiroid, sindron ovarium polikistik, atau masalah kesehatan lainnya. (wdw/up)
News Feed
Breaking News
×
Sidang Sengketa Pilpres 2019
Sidang Sengketa Pilpres 2019 Selengkapnya