Rabu, 15 Mei 2019 10:59 WIB

Seberapa Sering Seharusnya Mengganti Sikat Gigi?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi sikat gigi. (Foto: Getty Images) Ilustrasi sikat gigi. (Foto: Getty Images)
Jakarta - Sikat gigi penuh dengan banyak sekali kuman daripada yang kamu bayangkan. Sebab pekerjaannya yang nomor satu adalah menggali sisa makanan dan bakteri dari sudut mulut. Menurut jurnal yang diterbitkan di Scientific World Journal, terdapat lebih dari 700 spesies bakteri yang ada di sikat gigi.

"Akan berbahaya jika bakteri dan virus berlabuh di sikat gigi yang membuatmu bisa terinfeksi," kata Mark Burhanne, ahli kesehatan gigi, dikutip dari Fox News.

Karenanya, pertahanan terbaik adalah mengganti sikat gigi sesering mungkin. The American Dental Association mengatakan mengganti sikat gigi harus dilakukan secara rutin dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan.



"Alasannya bukan hanya bakteri. Jarang mengganti sikat gigi akan menyebabkan kerusakan apalagi jika bulu sikatnya sudah tua karena bulu halus akan berubah menjadi lebih tajam," tambahnya.

Burhanne menyarankan mereka yang menyikat gigi secara berlebihan untuk mengganti sikat gigi sebulan sekali. Untuk mencegah bakteri masuk sebelum penggantian di bulan ketiga atau keempat, simpan sikat gigi di dalam gelas yang kering.

Bisa juga dengan mencuci sikat gigi dalam cuka apel atau cuka putih. Penelitian menunjukkan melakukan hal tersebut bisa menyapu bersih bakteri secara efektif.

(kna/up)