Kamis, 16 Mei 2019 14:30 WIB

Dermatitis Atopik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Niken Widya Yunita - detikHealth
Dermatitis Atopik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya/Foto: istock Dermatitis Atopik: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya/Foto: istock
Jakarta - Dermatitis atopik atau eksem adalah kondisi yang menyebabkan kulit merah dan gatal. Apa gejala, penyebab, dan pengobatan penyakit ini?

Di media sosial viral cerita tentang bayi enam bulan yang luka di pipi setelah pulang dari kondangan. Menurut orang tua bayi tersebut, hal itu dipicu karena pipi bayinya dicubit, dipegang, hingga dicium-cium oleh orang lain yang gemas.



Bagaimana gejala penyakit ini?

Dikutip dari Mayo clinic, gejala dermatitis atopik pada bayi yakni ruam merah dan gatal di dalam siku, di belakang lutut, dan bagian depan leher. Saat tergores, ruam bisa mengeluarkan cairan dan mengeras.

Sementara gejala dermatitis atopik pada orang dewasa berbeda dengan bayi. Pada orang dewasa, dapat muncul di seluruh tubuh, menyebabkan lebih banyak kulit kering dan pecah-pecah. Rasa gatal dapat berlangsung intens.

Penyebab dermatitis atopik berhubungan dengan variasi gen yang menyebabkan kulit tidak punya kemampuan proteksi tersebut. Karenanya, kulit mudah terpengaruh oleh faktor lingkungan.

Pada anak, alergi makanan bisa berperan dalam timbulnya dermatitis. Riwayat dermatitis, alergi, dan asma dalam keluarga juga termasuk dalam faktor risiko.

Lalu apa obat dermatitis atopik?

Belum ada pengobatan untuk dermatitis atopik. Namun ada perawatan untuk meredakan gatal dan mencegah kekambuhan penyakit itu. Misalnya menggunakan pelembab, memakai salep, atau menggunakan sabun tertentu. Pilih sabun bebas aroma atau ringan. Beberapa sabun bisa mengeringkan kulit. Normalnya, kulit memang harus lembab dan melindungi dari bakteri.

Setelah mandi, gosok kulit dengan cepat dengan telapak tangan, atau tepuk lembut kulit dengan handuk lembut. Saat kulit kamu masih lembap, tutupi dengan minyak atau krim. Cobalah berbagai produk untuk menemukan yang cocok. Idealnya, yang terbaik yang efektif, terjangkau, dan tidak berbau.



Nah, kapan kamu memutuskan harus ke dokter atau membawa bayi ke dokter karena dermatitis atopik? Temui dokter jika sudah sangat tidak nyaman sehingga kurang tidur atau terganggu dari rutinitas harian. Selain itu kulit menjadi sakit atau terancam terinfeksi, serta telah mencoba langkah perawatan diri namun tidak ada hasilnya. (nwy/up)
News Feed