Kamis, 16 Mei 2019 15:38 WIB

Hal-hal yang Harus Dihindari Supaya Anak Tak Kena Dermatitis Atopik

Firdaus Anwar - detikHealth
Dermatitis atopik pada anak dapat muncul dengan gejala kulit gatal kemerahan. (Foto: Thinkstock) Dermatitis atopik pada anak dapat muncul dengan gejala kulit gatal kemerahan. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di media sosial viral cerita bagaimana seorang bayi bisa terkena dermatitis atopik yang membuat pipinya luka-luka. Menurut pengakuan orang tua, hal ini disebabkan karena pipi sang bayi sering dicubit dengan tangan tidak higienis orang lain saat pergi kondangan.

Ahli kesehatan kulit dr I Gusti Nyoman Darma Putra, SpKK, dari D&I Skin Centre Bali menjelaskan bahwa dermatitis atopik atau eksem bisa terjadi pada anak dengan bakat alergi. Pemicunya bisa karena zat tertentu misal yang ada di pewangi, alkohol, hingga antiseptik.


"Jadi misalnya dipegang-pegang atau cubit enggak bikin reaksi sampai melepuh, kecuali yang megang tangannya ada alkohol atau zat tertentu yang anak itu sensitif sehingga timbul reaksi," kata dr Darma.

Bila seorang anak sudah diketahui rentan alergi, maka orang tua harus lebih hati-hati menghindari anak terpapar alergen. Namun menurut dr Darma kadang yang terjadi orang tua keliru malah semakin meningkatkan paparan sehingga dermatitis atopik semakin parah.

Sebagai contoh misalnya penggunaan sabun antiseptik tertentu dengan niat untuk menjaga anak agar tidak kotor diserang kuman.

"Seringkali kejadian anak alergi karena penyakit infeksi mikir kuman atau kurang bersih jadi sering digunakan bahan-bahan antiseptik di airnya atau sabun mandi. Nah itu yang kadang bikin tambah parah," kata dr Darma.

"Sama mengusap-usap tisu basah itu juga bisa terjadi karena mungkin kandungan di dalamnya. Tapi sekali lagi semua itu pada orang-orang tertentu, faktor bawaan anak, enggak bisa dipukul rata," pungkasnya.

(fds/up)