Jumat, 17 Mei 2019 07:07 WIB

Punya Kebiasaan Tidur Berjalan, Wanita Ini Sampai Beli Lapangan Basket

Firdaus Anwar - detikHealth
Punya kebiasaan tidur berjalan, seorang wanita sampai beli lapangan basket. Foto: ilustrasi/thinkstock Punya kebiasaan tidur berjalan, seorang wanita sampai beli lapangan basket. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Ibu dari tiga orang anak, Kelly Snipes (37), awalnya tidak mengerti kenapa ia sering menghabiskan uang tanpa sadar, berbelanja online hingga nyaris bangkrut. Kelly mengaku bahkan pernah sampai membeli lapangan basket.

Wanita asal Essex, Inggris, ini sejak masih kecil memang diketahui memiliki kebiasaan tidur berjalan. Semakin bertambah usia kebiasaan Kelly semakin parah namun waktu itu dokter menyebutnya hanya sebagai gejala stres dan kelelahan.

"Sampai saya hamil 20 minggu, saya overdosis dalam tidur," kenang Kelly seperti dikutip dari Fox News, Kamis (16/5/2019).

"Karena saya mengidap diabetes harus rutin minum obat dan saya overdosis metformin. Saya mimpi sedang berbicara dengan dokter tidak mau lagi minum obat. Tapi ketika saya bangun, ternyata saya sudah minum sekaligus semua obat saya," lanjut Kelly.



Khawatir karena kondisinya semakin bertambah parah hingga membahayakan keluarga, Kelly berulang mencari bantuan dokter hingga akhirnya ia didiagnosa dengan dua kondisi. Kondisi pertama adalah sleep apnea di mana pasien bisa berhenti napas tiba-tiba dalam tidur dan kondisi kedua adalah parasomnia.

Menurut National Sleep Foundation parasomnia adalah hal-hal abnormal yang bisa dilakukan seseorang dalam kondisi tidur. Beberapa contohnya mulai dari tidur berjalan, mengamuk, makan, hingga bercinta.

"Seringnya parasomnia ini terjadi dalam keluarga sehingga mungkin ada faktor genetik dalam banyak kasus... Parasomnias juga dapat dipicu oleh gangguan tidur lainnya seperti sleep apnea dan beberapa obat tertentu," tulis Carlos H. Schenck peneliti dari Minnesota Regional Sleep Disorders Center.

Pada kasus Kelly sendiri ia akhirnya diberi terapi tidur dengan mesin Continuous Positive Airway Pressure (CPAP). Tujuannya agar Kelly bisa tidur tanpa terganggu aliran udara terputus.

"Pertama kali memakai mesin CPAP saya merasa cukup istirahat kembali energik setelah bertahun-tahun," pungkasnya.



Simak Juga 'Catat! Tidur Setelah Sahur Itu Bahaya Lho':

[Gambas:Video 20detik]

(fds/up)