Jumat, 17 Mei 2019 12:19 WIB

Mantan Raja Belgia Harus Jalani Tes DNA atau Terancam Denda

Firdaus Anwar - detikHealth
Mantan raja Belgia, Albert II harus menjalani tes DNA atau bayar denda. Foto: BBC Mantan raja Belgia, Albert II harus menjalani tes DNA atau bayar denda. Foto: BBC
Jakarta - Pengadilan Belgia baru-baru ini memutuskan bahwa mantan raja, Albert II, harus menjalani tes deoxyribonucleic acid (DNA). Tujuannya untuk membuktikan klaim seorang wanita yang mengaku sebagai anak gelap sang mantan raja.

Rumor tentang anak gelap Albert II sebelumnya pertama kali muncul pada tahun 1999 dalam sebuah biografi tak resmi tentang istri raja. Delphine Boel (50) yang berprofesi sebagai seniman kemudian mengaku Albert II sebagai ayahnya dalam sebuah wawancara pada tahun 2005.

Pada tahun 2013 setelah Albert II turun tahta, Delphine membawa klaimnya ke pengadilan.

Baca juga:

Albert II berkali-kali menolak klaim Delphine. Tes DNA yang diperintahkan pengadilan sudah membuktikan kalau Delphine bukan anak biologis dari ayah legalnya saat ini, Jacques Boel, salah satu pengusaha sukses di Belgium.

Pengadilan tahun 2018 sudah memerintahkan Albert II untuk memberikan sampel liur namun hingga kini masih belum ditanggapi. Akhirnya sang mantan raja kini terancam harus membayar denda sekitar Rp 81 juta setiap hari pada Delphine sampai ia mau menjalani tes DNA.

"Ia pasti mau, karena sudah ada jaminan hasilnya dirahasiakan," kata pengacara untuk Albert II, Guy Hiernaux, seperti dikutip dari BBC, Jumat (17/5/2019).

"Ya semua tergantung dia (Albert II -red)," ujar pengacara lain, Alain Berenboom.


Mantan Raja Belgia Harus Jalani Tes DNA atau Terancam Denda
(fds/wdw)
News Feed