Sabtu, 18 Mei 2019 15:17 WIB

Studi: Orang yang Jalannya Cepat, Hidupnya Lebih Panjang

Roshma Widiyani - detikHealth
Orang yang jalan cepat punya peluang hidup lebih panjang daripada yang berjalan lambat. Foto: thinkstock Orang yang jalan cepat punya peluang hidup lebih panjang daripada yang berjalan lambat. Foto: thinkstock
Jakarta - Sebuah riset kembali membuktikan mereka yang jalan lebih cepat punya peluang hidup lebih panjang. Riset dari Leicester University ini menganalisa daya dari 474.919 orang dengan rata-rata usia 52 tahun dalam UK Biobank antara 2006-2016.

Dalam riset tersebut, perempuan yang jalan cepat punya harapan hidup 86,7-87,8 tahun sementara pada pria berkisar 85,2-86,8 tahun. Sedangkan harapan hidup pada wanita yang jalan lambat hanya 72,4 tahun dan 64,8 tahun pada pria.


Studi yang telah dimuat dalam Mayo Clinic Proceedings tersebut juga berlaku untuk responden yang kelebihan berat badan atau menderita sakit kronis. Meski begitu, kecepatan jalan bukan satu-satunya yang menentukan kesehatan seseorang. Kecepatan jalan bisa membantu dokter menentukan standar kesehatan pasiennya.

"Riset kami membantu menjelaskan hubungan yang relatif penting antara kesehatan fisik, berat badan, dan harapan hidup pada seseorang. Sekarang dokter lebih gampang meresepkan jalan cepat bagi pasiennya yang mengalami kelebihan berat badan atau penyakit lain," kata peneliti Tom Yates yang merupakan profesor dalam studi aktivitas fisik dikutip dari Daily Mail.

Menurut Yates, kecepatan jalan mempengaruhi risiko meninggal karena gangguan jantung. Mereka yang jalan lambat berpeluang 2 kali lebih besar meninggal atau hidup dengan risiko gangguan jantung. Dalam riset serupa yang dilakukan bersama Universitas of Sydney menyatakan, kecepatan jalan rata-rata bisa memotong risiko meninggal dini hingga 20 persen.

Menurut epodemiologis Francesco Zaccardi dari Leicester Diabetes Center, riset ini memberi gambaran baru dalam kaitan berat badan dan kesehatan fisik seseorang. Kaitan tak melulu risiko sakit dengan berat badan yang terus meningkat, tapi juga angka harapan hidup. Riset diharapkan bisa meningkatkan kesadaran hidup sehat dengan rajin olahraga, makan buah dan sayur, serta tidak merokok.

(ask/ask)
News Feed