Senin, 20 Mei 2019 14:01 WIB

Kata Psikolog, Puas Tidaknya dengan Final Game of Thrones Tergantung Ini

Aisyah Kamaliah - detikHealth
Ending Game of Thrones banyak mengejutkan penggemar. Foto: Dok. HBO Ending 'Game of Thrones' banyak mengejutkan penggemar. Foto: Dok. HBO
Jakarta - AWAS SPOILER! -- Tidak dianjurkan untuk meneruskan membaca bagi kamu yang belum menyaksikan Game of Thrones Season 8 episode final.

Ending 'Game of Thrones' cukup mengejutkan. Di akhir cerita, sosok Jon Snow yang diramalkan akan menjadi raja justru bernasib di luar dugaan. Pada akhir cerita, terdapat adegan Jon Snow tengah berjalan bersama Tormund dan The Wildlings, entah menuju ke mana.

Kecewa? Atau justru puas dengan Sansa yang akhirnya menjadi Queen in the north? Menurut Kantiana Taslim, MPsi, Psikolog, Psikolog Klinis di Personal Growth, ada banyak hal yang menentukan reaksi dan perasaan usai nonton film series, salah satunya unsur 'kedekatan'.

"Tergantung dari seberapa 'lekat' orang tersebut terhadap film terkait, seberapa orang tersebut menghayati film dan jalan cerita yang ada, seberapa mengena dan menginspirasi film tersebut untuk dirinya, dan bagaimana efek positif yang didapat dari film tersebut," jawab psikolog dengan sapaan hangat Nana itu kepada detikHealth.


Jika film tersebut sangat mengena, sangat dihayati, dan dekat dengan kehidupan orang tersebut, lebih besar kemungkinannya ia akan merasa sedih, hampa, dan kesal ketika film tersebut berakhir. Apalagi nih bila ditambah dengan ekspektasi atau harapan tertentu yang telah dimiliki dan dibayangkan olehnya, eh tahunya bukan Jon snow yang jadi raja, huhu.

"Hal tersebut membuat perasaan-perasaan sedih, hampa, marah, kecewa menjadi lebih rentan muncul. Selain itu, mungkin juga ada faktor biologis yang berperan. Seperti efek withdrawn dari orang dengan kecanduan. Perasaan yang menjadi lebih buruk, lebih menginginkan hal tersebut ketika hal itu sudah tidak ada sehingga stress hormon yang muncul fungsinya menjadi terganggu. (Kennedy-Moore, 2014)," tandasnya.



(ask/wdw)