Selasa, 21 Mei 2019 15:19 WIB

4 Penyakit Ini Butuh Transplantasi Paru Seperti Legenda F1 Niki Lauda

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Niki Lauda meninggal di usia 70 tahun (Foto: Getty Images) Niki Lauda meninggal di usia 70 tahun (Foto: Getty Images)
Jakarta - Legenda Formula 1 Niki Lauda meninggal dunia di usia 70 tahun. Tak disebutkan penyakit apa yang tengah diidapnya, tetapi ada riwayat transplantasi paru pada Agustus tahun lalu.

Pada 1976, paru-paru Lauda memang sempat mengalami kerusakan karena menghirup gas beracun saat mobil yang dikendarainya terbakar dalam kecelakaan di sirkuit Nurburgring, Jerman. Sebelum menjalani cangkok paru, dokter menjatuhkan diagnosis 'penyakit paru serius'.

Dikutip dari WebMD, transplantasi paru dibutuhkan ketika seseorang mengalami kerusakan sebagian besar paru-parunya. Walau bisa memperbaiki pernapasan dan memperpanjang harapan hidup pada penyakit paru serius, transplantasi organ ini juga memiliki risiko komplikasi.



Beberapa penyakit yang membutuhkan transplantasi ketika sudah mencapai fase lanjut antara lain sebagai berikut.

1. COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease)
Disebut juga Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK), COPD merupakan penyakit yang ditandai dengan batuk menahun disertai dengan dahak dan sesak napas. COPD juga merujuk pada bronkitis kronis dan emphisema yang kerap muncul bersamaan.

2. Idiopathic pulmonary fibrosis (IPF)
Terjadi karena jaringan luka tumbuh di dalam paru. Pertumbuhan tersebut menyebabkan aliran oksigen melambat, sehingga sulit bernapas. Tidak ada pengobatan untuk IPF, dalam beberapa kasus transplantasi paru bisa dilakukan.



3. Cystic fibrosis
Diperkirakan lebih dari 30 ribu orang di Amerika Serikat hidup dengan cystic fibrosis, dengan 1.000 kasus baru tiap tahun. Penyakit ini ditandai dengan produksi mukus atau lendir yang pekat di saluran napas. Bakteri dan kuman lain mudah terperangkap di lendir tersebut sehingga rentan mengalami infeksi.

4. Pulmonary Arterial Hypertension
Hipertensi paru merupakan kondisi yang mengancam jiwa dan memburuk seiring berjalannya waktu. Menyempit atau tersumbatnya pembuluh darah di paru menyebabkan tekanan darah di area ini meningkat, sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk memompanya. Bisa juga berakibat pada gagal jantung.




Simak Juga 'Harapan Dokter Paru Untuk Polusi Udara di Ibukota':

[Gambas:Video 20detik]

(up/wdw)